Jangan Mengeraskan Hati terhadap Teguran Tuhan

Bacaan: Yeremia 18:12-17.

Tetapi mereka berkata: Tidak ada gunanya! Sebab kami hendak berkelakuan mengikuti rencana kami sendiri dan masing-masing hendak bertindak mengikuti kedegilan hatinya yang jahat.” (Yeremia 18:12).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Dalam perikop ini, Tuhan menyampaikan teguran kepada bangsa Yehuda melalui Nabi Yeremia. Tuhan mengajak mereka untuk terbalik dari jalan yang jahat dan memperbaiki kehidupan mereka. Namun, bangsa itu menjawab, “Tidak!! Kami mau mengikuti rencana kami sendiri” mereka memilih mengabaikan peringatan Tuhan dan tetap hidup menurut keinginan mereka sendiri. Sikap bangsa Yehuda sering kali juga terlihat dalam kehidupan kita.

Ketika Tuhan menegur melalui FirmanNya, nasehat orang lain, atau keadaan hidup, kadang kita lebih memilih mempertahankan kehendak sendiri daripada taat kepada Tuhan.

Hati yang keras membuat kita sulit bertobat dan semakin jauh dari kasih karuniaNya.

Tuhan tidak menegur untuk menghukum semata, melainkan karena kasihNya. Ia menghendaki umatNya kembali ke jalan yang benar dan mengalami berkatNya. Karena itu, setiap kali kita mendengar suara Tuhan, Marilah kita merespon dengan kerendahan hati dan ketaatan.

Doa:

Tuhan Allah yang penuh kasih, ampunilah kami jika selama ini sering mengeraskan hati dan lebih memilih jalan kami sendiri. Berilah kami hati yang lembut untuk mendengar dan menaati Firman Mu setiap hari. Dalam Nama Tuhan Yesus kami telah berdoa dan mengucap syukur. Amin. (Sri Suwarni – Karanganom).

 

 

Pos terkait