Bacaan: Kisah Para Rasul 5:17-26
“Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” (Kisah Para Rasul 5:20).
Renungan:
Kisah Para Rasul 5:17-26 menceritakan bagaimana para rasul ditangkap dan dipenjarakan karena memberitakan Injil. Imam besar dan para pemimpin agama dipenuhi iri hati melihat banyak orang datang kepada Tuhan melalui pelayanan para rasul. Mereka berusaha menghentikan pekerjaan Tuhan dengan memasukkan para rasul ke dalam penjara.
Namun, pada malam hari Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk membuka pintu penjara dan membebaskan mereka. Menariknya, setelah dibebaskan, para rasul tidak diperintahkan untuk melarikan diri atau bersembunyi. Sebaliknya, mereka diperintahkan untuk kembali ke Bait Allah dan memberitakan firman Tuhan kepada orang banyak.
Ketaatan para rasul sangat mengagumkan. Mereka tidak membiarkan ancaman, penolakan, atau penderitaan menghentikan panggilan Tuhan dalam hidup mereka. Mereka memahami bahwa tugas utama mereka adalah menaati Tuhan dan menyampaikan kabar keselamatan kepada dunia.
Sering kali dalam kehidupan, kita menghadapi berbagai “penjara” seperti ketakutan, kekhawatiran, tekanan lingkungan, atau penolakan dari orang lain. Semua itu dapat membuat kita ragu untuk hidup setia kepada Tuhan. Namun, bagian firman ini mengingatkan bahwa kuasa Tuhan jauh lebih besar daripada setiap hambatan yang kita hadapi. Jika Tuhan membuka jalan, tidak ada seorang pun yang dapat menutupnya.
Tuhan juga memanggil setiap orang percaya untuk tetap menjadi saksi-Nya. Kesaksian tentang kasih, kebaikan, dan keselamatan dalam Kristus tidak boleh berhenti hanya karena adanya tantangan. Ketika kita taat, Tuhan akan menyertai dan memberikan kekuatan yang kita perlukan.
Doa:
Bapa di Surga, terima kasih karena kuasa-Mu tidak pernah dibatasi oleh keadaan apa pun. Ketika aku menghadapi ketakutan, tekanan, atau tantangan, tolong aku untuk tetap percaya dan taat kepada-Mu. Berikan keberanian untuk hidup sebagai saksi-Mu dan memberitakan kasih-Mu melalui perkataan maupun tindakan. Pakailah hidupku untuk kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus aku berdoa. Amin. (Dewi Ernawati – Karanganom).
