Kuatkanlah dan Teguhkanlah Hatimu!

Bacaan: Yosua 1:1-9.

“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Jangan kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi” (Yosua 1:9).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Hujan-hujan makan mie, tidak lupa pakai sawi – Kita berjumpa kembali, direnungan hari ini. Syalom saudara-saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Yosua dipilih Allah untuk menyelesaikan perjalanan bangsa yang besar, yaitu memimpin bangsa Israel untuk mencapai tanah perjanjian: tanah Kanaan. Ia adalah seorang abdi Musa sejak lama dan ia juga dipenuhi hikmat untuk memimpin bangsa Israel. Tentunya sudah banyak hal yang Yosua pelajari dari sosok Musa, akan tetapi sebagai seorang pemimpin yang baru tentunya ada kecemasan, kekuatiran, ketakutan dalam diri Yosua dengan tanggung jawab yang baru maka Allah berfirman ”kuatkan dan teguhkanlah hatimu“. Pernyataan ini diulang sampai tiga kali (ayat :6-9).

Hal ini disampaikan Allah kepada Yosua untuk meyakinkannya bahwa penyertaan Allah tetap tinggal dalam dirinya dan memampukannya dalam menjalankan tugasnya. Satu kunci yang diberikan Allah untuk keberhasilan Yosua dalam menyelesaikan tugasnya adalah pada ayatnya yang ke 8 yaitu berjalan seturut kehendak Allah.

Saudara saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, firman ini juga berlaku untuk kita saat ini. Dalam renungan kita kemarin tentang ‘Kreatif, inovatif, berani mengambil risiko dan jangan menyerah” butuh suatu keyakinan dan keberanian yang besar untuk bisa memulainya. Mungkin kita saat ini atau hari yang akan datang mendapatkan tanggung jawab/tugas yang bagi kita adalah hal yang baru, jangan khawatir dan bimbang, jangan tawar hati, kuat dan teguhkanlah hatimu.

Saat ini kita diyakinkan kembali dan menambah keberanian kita untuk mengisi tahun 2026 dengan lebih baik lagi, memaksimalkan potensi yang Tuhan berikan kepada kita untuk menjalankan misi Tuhan yang diberikan kepada kita yaitu menyebarkan kabar sukacita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:

Syukur kepadaMu atas pemeliharaan Tuhan dalam hidup kami, terima kasih atas firmanMu yang menguatkan dan meneguhkan hati kami dalam menjalankan tanggung jawab dan tugas kami masing-masing. Dalam kelemahan kami, kiranya tangan pertolongan Tuhan memampukam kami untuk hidup seturut kehendakMu. Amin. (Elisabeth Purna Rahayu – Kulwo).

 

 

Pos terkait