Bacaan: Yesaya 28:14-22; Mazmur 18:1-3,20-32; Matius 26:6-13
“Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata :”Mengapa kamu meyusahkan perempuan ini? Sebab ia telak melakukan suatu perbuatan baik padaKu.” (Matius 26:10).
Renungan:
Shallom… Sudahkah mengasihi hari ini?
Ada seorang pendeta bercerita. Suatu hari diundang untuk berkotbah. Karena badan kurang fit, beliau minta bantuan jemaat untuk nyopir. Setelah selesai acara biasanya dikasih bingkisan. Waktu itu diberi 2 kotak besar dan kecil. Kemudian pulang dan dikasihnyalah box yang kecil kepada sopir.
Setelah sampai rumah box besar untuk Pak Pendeta itu ditaruh di atas meja dan dibuka istrinya lalu berkata: “Pak ikannya mana? Ini hanya nasi sambel dan lalapan.” Jawab pendeta itu, “O… berarti yang box kecil yang aku kasih sopir tadi. Ayo Bu, harus tetap bersyukur, kita bikin nasi goreng saja.”
Pada hari Minggu setelah kotbah, pendeta itu bertemu dengan sang sopir. Dan jemaat yang menjadi sopir ituberkata, “Terima kasih Pak Pendeta, ikannya enak, eco banget.” Pak Pendeta itu menjawab sambil tertawa, “Orasah crita…”
Memberi yang terbaik. Itu yang dilakukan seperti seorang perempuan waktu Tuhan Yesus di Betania. Menuangkan minyak narwastu murni yang mahal. Suatu tindakan yang berani dan tidak menghitung berapa nominal harganya, walau akhirnya para murid malah berpikir pemborosan. Tetapi tidakan perempuan yang tulus dilandasi KASIH.
Seperti cerita seorang pendeta tadi yang senantiasa sukacita dan perempuan di Betania, kita dapat belajar tentang KASIH YANG TIDAK MENGHITUNG. Di dalam ibadah/kebaktian misalnya, mari memberikan persembahan terbaik untuk Tuhan tanpa melihat/mengukur yang diberikan oleh jemaat yang lain. Mari kita memberikan dari kekuatan diri kita sendiri dengan ketulusan, keiklasan, sukacita. Karena itulah, setiap persembanhan yang mengetahui besarannya ya hanya diri kita sendiri.
- Sudahkan kita melakukan kasih yang tidak menghitung?
- Sudahkan kita memberikan yang terbaik untuk Tuhan Yesus?
Tuhan Yesus senantiasa memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, Engkau senantiasa memberikan yang terbaik utuk kami, mampukanlah kami ya Tuhan,memberikan yang terbaik untuk Engkau. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin. (Andy Sudarto – Ngringin).
