Bacaan: Efesus 5:1-8.
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,” (Efesus 5:8).
Renungan:
Shalom Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus
Jika kita dihadapkan pada 2 lorong di depan yang mana, lorong yang pertama adalah lorong yang sangat gelap dan yang satu lagi lorong yang begitu terang. Kira-kira mana yang saudara pilih? Yap, pasti yang terang. Kenapa demikian, sudah barang tentu bahwa sesuatu yang gelap tidak akan membuat kita lebih aman dalam segala hal, membayangkan berjalan dalam keadaan gelap akan membuat kita menabrak benda di depan kita yang tak terlihat, bisa juga tersandung dan lain sebagainya. Berbeda ketika kita berjalan ketika dalam keadaan terang, pasti kita akan nyaman dan damai ketika melakukan aktivitas atau kegiatan.
Sama seperti ayat yang kita baca bersama tadi (lebih lengkap Efesus 5:1-8), Paulus mengingatkan jemaat di Efesus untuk hidup sebagai anak-anak terang yang mana maksud dari ‘terang’ adalah kita memiliki hidup yang berkenan di hadapan Tuhan, yang membawa perubahan nyata. Kita telah menerima kasih dan pengampunan dari Tuhan, hidup yang kita miliki adalah anugerah semata yang Tuhan berikan dan sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mencerminkan anugerah yang Tuhan berikan itu melalui kasih.
Saudara yang terkasih, mungkin kita telah melalui bermacam-macam roda kehidupan. Adakalanya kita hanya menuruti apa yang menjadi hawa nafsu duniawi, kita berbuat dosa yang Tuhan tidak inginkan terjadi dalam hidup. Namun, melalui bacaan Alkitab kita di hari ini mengajarkan kita untuk berubah dan menangkap panggilan Allah untuk hidup meninggalkan dosa. Dalam bacaan ini pula tidak dikatakan bahwa kita ‘menciptakan’ terang itu sendiri tetapi kita menjadi terang karena kita telah hidup di dalam Tuhan, artinya perubahan hidup kita adalah respon terhadap kasih dan karya Tuhan dalam hidup kita.
Menjadi anak terang berarti membiarkan Tuhan terlihat melalui kehidupan kita. Cara berbicara, cara memperlakukan orang lain, menggunakan waktu, mengambil keputusan dan hal-hal yang kita lakukan ketika tidak ada orang yang melihat, semuanya seharusnya menunjukan bahwa kita adalah milik Kristus. Dunia memang menawarkan berbagai hal untuk membuat kita jatuh dalam dosa, namun Tuhan memanggil kita untuk tidak nyaman tinggal di dalam kegelapan. Kita perlu terus datang kepada-Nya, bertobat dan membiarkan firman-Nya menerangi hidup kita. Mari kita menjadi anak-anak terang karena kita adalah umat pilihan Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Doa :
Tuhan yang penuh kasih, kami mengucap syukur atas penyertaan Tuhan yang selalu nyata bagi kami. Tuhan kami bersyukur karena Tuhan telah memanggil kami untuk menjadi anak-anak terang-Mu. Mampukanlah kami yang sangat terbatas ini Tuhan untuk dapat hidup seturut dengan apa yang Engkau kehendaki. Dunia memang menawarkan rupa-rupanya yang membuat kami goyah, namun Tuhan kami mohon bekalilah kami dengan iman yang dari pada-Mu untuk tetap teguh dan selalu hidup seturuh kehendak-Mu. Terima kasih ya Allah, inilah doa kami. Amin. (Ristiana Saputri – Gunungsari).
