Misteri Terbesar Kekristenan

Bacaan: Ibrani 2:10-18.

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; (Ibrani 8:14).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Misteri terbesar dalam kekristenan adalah tentang inkarnasi, yaitu fakta bahwa Allah yang tak terbatas menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Perkara penyatuan keilahian dan kemanusiaan dalam diri Yesus Kristus melampaui akal budi manusia. Kita mampunya hanya menghayati dalam iman perkara keagungan dan kemahakuasaan Allah ini.

Misteri inkarnasi ini sering menjadi dasar untuk menolak iman kristen, karena dipandang tidak ketemu nalar dan melawan kodrat Allah. Mengapa Dia yang agung dan maha kuasa kok mesti menjelma dalam tubuh manusia? Dari titik ini pula iman kristen dipandang tidak lagi menyembah Allah yang esa, namun dipahami menyembah Tuhan yang banyak.

Bacaan Kitab Suci pagi ini menegaskan perkara inkarnasi ini. Penulis Ibrani dengan lugas menyatakan: “Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah–yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan–,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.” (ayat 10). Allah berkenan hadir dalam kemanusiaan melalui diri Yesus Kristus. Ia mengikuti jalan penderitaan, kematian, dan kebangkitan untuk menyelamatkan manusia.

Penulis Ibrani kembali menegaskan: “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” (ayat 14 dan 15).

Saudaraku terkasih, kita tidak perlu risau dan khawatir akan ketidakpercayaan dan penolakan banyak orang terhadap inkarnasi Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Kita tak perlu goyah dan tergelincir oleh cercaan dan hinaan karena dianggap umat yang tidak menggunakan nalar, umat yang gampang dibodohi, dan sebagainya.

Gereja kita telah menegaskan peristiwa inkarnasi Allah ini dalam PPA-GKJ (Pokok-pokok Ajaran Gereja-gereja Kristen Jawa secra gamblang untuk kita pahami dan hayati. Kita dapat kembali menelisik melalui Tanya-Jawab Minggu ke-3, ke-4, dan ke-5 yang membahas Arti dan Hakikat Penyelamatan Allah (Tanya-Jawab ke-19 – 31), Peristiwa Penyelamat Allah (Tanya-Jawab ke-32 – 37), dan Ketritunggalan Allah (Tanya-Jawab ke-38 – 47).

Saudaraku terkasih, perkara ini bukan perkara logika dan bahasa dunia atau bahasa manusia yang terbatas untuk menerangkan perihal Allah. Ini menjadi rahasia Allah yang tak terselami. Kita bisa menjangkau dengan menghayati di dalam iman. Saatnya memasrahkan dengan sepasrah-pasrahnya kepada Allah. Mari memohon tuntunan Roh Kudus untuk memampukan, dan menghayatinya dalam perjalanan hidup. (Joko Yanuwidiasta – Kulwo).

 

Pos terkait