Perjumpaan yang Membawa Pengharapan

Bacaan: Kejadian 29:1-14, Mazmur 81.

Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban. (Kejadian 29:13).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Bapak/Ibu/Saudara yang diberkati Tuhan, ada sebuah kisah menarik. Pada suatu hari ada seorang pemuda Umar namanya. Ia bertemu dengan teman lamanya ketika sama-sama sekolah di SMP, bernama Bakri. Kedua pemuda asyik saling bercerita tentang kehidupan mereka. Umar bercerita, bahwa hidupnya di desa, dengan usaha ternak lele dan berkebun sayuran. Kemudian Bakri bercerita, bahwa ia merantau di kota dnegan usaha membuka rumah makan yang besar dan terkenal. Mereka larut dalam cerita, akhirnya dua pemuda itu sepakat untuk bekerja sama, hasil usaha Umar untuk disetor ke rumah makan Bakri. Karena kerja sama yang baik itu, Umar makin rajin dan tekun dalam usahanya, sehingga kehidupannya makin maju dan mapan.

Bapak/Ibu/Saudara, bacaan pada hari ini ialah tentang kisah Yakub yang pergi dari keluarganya menuju ke negeri Bani Timur. Di sana ia melihat kumpulan kambing domba berikut gembalanya, dekat sebuah sumur. Di situ para gembala memberi minum ternaknya. Baru saja Yakub melihat kegiatan itu, tiba-tiba datang kawanan domba milik Rahel. Begitu melihat Rahel, Yakub mendekat dan jatuh cinta. Singkat cerita, Rahel segera bercerita kepada Laban ayahnya. Rahel menceritakan perjumpaannya dengan Yakub. Maka Yakub diajak ke rumah Laban, dan dikasih tahu bahwa mereka masih saudara sedaging, karena Laban adalah saudara orang tua Yakub. Disuruhnya Yakub tinggal di rumah Laban, dan bekerja di situ. Laban berkata kepada Yakub, “Apa yang kau mau akan kuberi.” Yakub meminta untuk diberi Rahel menjadi istrinya. Laban mengijinkan dengan syarat Yakub harus bekerja di san 7 tahun.

Yakub bekerja dengan tekun, senang dan sabar. Karena rasa senang itu, dirasakan 7 tahun hanya seperti beberapa hari. Akhirnya genaplah waktu yang dijanjikan, dan Yakub diberi istri tidak hanya Rahel, tetapi juga Lea (kakaknya) dan hamba-hamba dari anaknya itu. Dari istri-istrinya itu, Yakub diberi anak sebanyak 12 orang. Dari 12 orang itu beranak cucu sehingga menjadi banyak.

Sesuai janji Tuhan kepad Yakub, bahwa keturunannya banyak seperti debu di bumi dan bintang di langit, dan menjadi suku-suku bangsa yang disebut Israel. Maka nama Yakub juga disebut Israel. Dan Yakub bernasar kepada Tuhan, bila janji Tuhan dipenuhi, ia akan mempersembahkan untuk tuhan sepersepuluh harta miliknya.

Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan, dari kisah Yakub tersebut kiranya dapat kita ambil pelajaran sebagai berikut:

  1. Tuhan selalu menepati janjiNya, bagi kita domba-dombaNya pasti akan dilindungi, kita tidak dibiarkan sendirian.
  2. Kita harus selalu memuliakan Tuhan dengan bersyukur dan memuji, bermazmur dengan diiring kecapi. seruling, atau sesuai dengan talenta yang kita miliki (periksa Mazmur 81).
  3. Untuk mencapai harapan yang kita inginkan, kita harus mengusahakan dengan tekun, senang dan kesabaran (layaknya 7 tahun  dirasakan Yakub hanya beberapa hari). Ada kata-kata indah: “Orang sabar dikasihi Tuhan”, kemudian ada pula: “Wong sabar iku bakal subur.”
  4. Dalam perjumpaan dengan siapapun, hendaklah kita mulai dengan sikap yang menyenangkan, saling menghormati, saling menerima dan memberi (seperti perjumpaan Yakub dan Rahel), maka hidup kita akan berdampak mendatangkan syalom bagi diri sendiri dan orang lain.

Doa:

Tuhan yang maha mulia. Dikuduskanlah nama Tuhan sekarang san selamanya. Kiranya Tuhan selalu menolong kami dalam kami menjalani hidup bersma, agar kami dapat menyenangkan hati Tuhan dan menebar perdamaian dengan sesama. Semoga Tuhan memberikan kesabaran dan ketekunan, sehingga kami dapat memaknai hidup ini anugerah, sehingga kami selalu bersyukur baik dalam suka maupun duka. Amin. (Rebita Birat Salaga – Kulwo).

 

 

 

Pos terkait