Bacaan: Roma 14:13–15:2.
“Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.” (Roma 15:2).
Renungan:
Dalam kehidupan bersama sebagai orang percaya, perbedaan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Jemaat di Roma juga menghadapi perbedaan dalam hal makanan, hari-hari tertentu, dan cara menjalankan keyakinan. Paulus mengingatkan bahwa kebebasan pribadi tidak boleh menjadi alasan untuk membuat saudara seiman tersandung. Kedewasaan iman bukan hanya tentang mengetahui apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan, tetapi juga tentang mempertimbangkan bagaimana tindakan kita berdampak kepada orang lain.
Paulus mengajak kita untuk tidak sibuk menghakimi atau mencari kesalahan sesama. Sebaliknya, kita dipanggil untuk menjaga agar kehidupan dan tindakan kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Ada kalanya kita harus rela membatasi kebebasan kita demi menjaga iman dan hati saudara kita. Kasih Kristus mengajar kita bahwa kepentingan bersama lebih penting daripada keinginan pribadi.
Memasuki kehidupan sehari-hari, firman ini mengajak kita bertanya: Apakah perkataan, sikap, dan keputusan kita membawa orang lain semakin dekat kepada Tuhan atau justru menjauh dari-Nya? Dalam keluarga, gereja, maupun lingkungan masyarakat, kita dipanggil untuk saling menerima, menguatkan, dan membangun. Kita tidak harus selalu memiliki pendapat yang sama, tetapi kita dapat memilih untuk tetap saling menghormati dan mengutamakan kasih.
Karena itu, marilah kita belajar menjadi pribadi yang menghadirkan damai dan membangun sesama. Jangan sampai kebebasan, pendapat, atau kepentingan pribadi membuat orang lain terluka atau kehilangan semangat dalam mengikut Kristus. Kiranya melalui kehidupan kita, orang lain dapat merasakan kasih Tuhan dan semakin bertumbuh dalam iman.
Doa:
Tuhan Yesus yang penuh kasih, kami bersyukur untuk firman-Mu yang mengajar kami untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan dan membangun kehidupan sesama. Ampunilah kami apabila perkataan, sikap, dan tindakan kami pernah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Ajarlah kami untuk memiliki hati yang penuh kasih, rendah hati, dan mau menghargai perbedaan. Tolong kami agar dapat menjaga perkataan, mengendalikan diri, dan selalu memilih apa yang membawa damai serta membangun sesama. Kiranya melalui kehidupan kami, nama-Mu semakin dimuliakan dan banyak orang merasakan kasih Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. (Ririn Damayanti – Karanganom).


