Bacaan: 1 Samuel 16:11-13.
Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Renungan:
Samuel diutus Tuhan untuk mengurapi salah satu putra Isai sebagai raja Israel yang bernama Daud yang masih muda yang berada di Betlekhem. Setelah tiba di Betlehem Samuel mengundang Isai berserta anak-anaknya : Eliab, Abi Adab, dan Simea, saudara-saudara Daud. Diperkenalkan pada Samuel, tetapi Tuhan tidak memilih mereka.
Lalu Samuel berkata kepada Isai, inikah anak-anakmu semua? Jawabnya, “masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang mengembalakan kambing domba”. Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia sebab kita tidak akan duduk makan sebelum ia datang kemari”.
Lalu dijemputlah Daud. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu Tuhan berfirman, “Bangkitlah, urapilah dia”. Daud orang hebat, orang pilihan, diurapi menjadi raja. Mengalami banyak kemenangan oleh kuasa Tuhan.
Banyak hal yang kita pelajari tentang kehidupan Daud, tetapi hanya beberapa hal tentang kekuatan dan kelemahan Daud.
Kekuatan Daud, berani melangkah dengan iman, percaya pertolongan dan penyertaan Tuhan. Semua orang mengalami ketakutan dan kegentaran dalam melawan Goliat. Daud justru maju walaupun berpostur kecil dibanding Goliat. Namun percaya Tuhan menyertai dan memberi kemenangan.
Daud seorang penyembah, pemimpin, pemusik, banyak menulis mazmur. Dekat, erat, bersekutu dengan Tuhan. Inilah yang menjadi kekuatan Daud. Sayangnya dibalik semua itu, Daud mempunyai kelemahan.
Kelemahan Daud, dalam puncak kejayaan dan zona nyaman, Daud tergoda dosa perzinahan dengan Betsyeba, istri Uria, salah satu panglima perang yang ia percaya. Daud memanipulasi keadaan sehingga membuat Uria mati dalam medan peperangan. Sehingga Daud mempersunting Betsyeba menjadi salah satu istrinya yang sebenarnya istri Uria.
Banyak CEO perusahaan besar di dunia ini ketika dalam puncak kejayaan mempunyai keluarga baik justru tergoda dalam dosa perselingkuhan dan perzinahan. Prinsip kebenaran etika moral yang baik diabaikan.
Apa yang menjadi pelajaran buat kita tentang kehidupan Daud? Berani melangkah dengan iman, kuat dalam Tuhan, percaya pertolongan dan penyertaan Tuhan, jaga hati, dalam zona nyaman dan puncak kejayaan, dalam pekerjaan, pelayanan, usaha, tidak jatuh dalam dosa dan berbagai pelanggaran.
Saudara yang dikasih Tuhan, apabila kita dipakai Tuhan dalam berbagai profesi, dalam bidang kerohaninan atau yang lain, tetap jaga hati. Agar tidak jatuh dalan berbagai pelanggaran.
Doa :
Terima kasih Tuhan atas firman-Mu agar kami belajar dari kehidupan Daud, baik kekuatan dan kelemahan. Tolong Roh Kudus, bersihkan hati kami dari kotoran, noda, dan dosa hawa hafsu pribadi agar kami tetap jaga hati, berani melangkah dengan iman sesuai dengan kehendak-Mu. Ampuni dosa dan keselahan kami, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (Siswadi – Grogol).
