Sapu Bersih

Bacaan: Wahyu 18:21-24.

Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: “Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. (Wahyu 18:21).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Wujud hukuman Allah pada akhir jaman bersifat semesta. Kisah Allah membinasakan seluruh bumi dengan menyelamatkan 8 orang saja dalam bahtera Nuh merupakan gambaran hukuman Allah secara umum dan bisa dimengerti segala bangsa. Demikian pula, Allah juga tidak segan menyapu bersih seluruh makhluk dan umat manusia karena kejahatan-kejahatannya.

Bacaan pagi ini dari Wahyu 18:21 mempersaksikan bagaimana kelak malaikat Allah menghancurkan Kota Babel ke dalam laut. Nama “Babel” sebagai simbol seluruh kekuatan sosial ekonomi dan politis yang penuh kuasa jahat mempraktikkan kekerasan, kekejaman, percabulan, dan berbagai kejahatan. Simbol “lautan” dipahami sebagai tempat atau sumber kuasa kegelapan. Karena itu, makna “Babel yang dilemparkan ke dalam laut” menunjuk bahwa seluruh kekuatan jahat bersama kuasa kegelapan akan disapu bersih. Para ahli dalam kesenian dan pekerja kilangan juga dilenyapkan. Kondisi ini mencerminkan dampak yang fatal dan total dari hukuman Allah. Tidak ada lagi orang yang tersisa (ayat 22-23).

Saudaraku terkasih, manusia punya cenderung membuat alasan berlindung di balik pelanggaran dalam kelompok atau sistem masyarakat. Misalnya, tindakan main hakim sendiri dengan membunuh dilakukan karena banyak orang yang terlibat. Ada contoh kecil tindakan seperti memaksakan pandangan atau kehendak pribadi dengan mengabaikan kepentingan umum.

Namun, bacaan pagi ini mengingatkan kita semua, bahwa keadilan Tuhan tetap berlaku. Semua kejahatan yang personal, komunal, dan struktural akan dihakimi. Allah tidak pernah menyayangkan hukuman bagi semua ciptaan-Nya. Karena itu, keteguhan sikap dan tindakan serta iman tidak dapat ditawar-tawar dalam kehidupan semesta alam.

Doa:

Ya Tuhan Yesus Kristus, perbaruilah hidup kami senantiasa sehingga kami mampu setia dan teguh bersikap dan bertindak dalam segala aspek kehidupan. Amin. (Tim Admiweb).

 

 

Pos terkait