Bacaan: Lukas 13:22-30.
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” (Lukas 13:23).
Renungan:
Dalam kehidupan, kita selalu berlomba untuk dapat menghadapi persaingan-persaingan hidup yang semakin keras, Tidak mudah untuk mendapatkan sesuatu tanpa melalui perjuangan. Faktanya, setiap manusia mempunyai kesempatan untuk dengan mudah mencapai suatu tujuan yang diinginkannya. Namun, apakah sebenarnya arti kesempatan?
Hal yang kita tahu, kesempatan itu peluang karena kita dapat mengambil waktu. Mengapa? Karena kesempatan tidak datang dua kali, Sangat sepele memang, tetapi kadangkala apabila kita mengabaikan kesempatan biasanya membutuhkan keputusan, karena keputusan menentukan nasib. Jadi, suatu kesempatan tergantung bagaimana mengambil keputusan.
Begitu pun dengan anugerah keselamatan kekal. Sesungguhnya setiap orang diberi kesempatan untuk selamat, tetapi selamat atau tidak pada akhirnya adalah pilihan masing-masing pribadi. Jika kita memilih untuk percaya dan menerima Yesus Kristus secara pribadi sebagai Tuhan dan juru selamat, berarti kita sudah mengambil kesempatan itu dan selamat. Sebaliknya kalau kita menolak Yesus Kristus, berarti kita menolak kesempatan tersebut, dan binasa dalam kekekalan,
Jadi menjawab pertanyaan pada nats hari ini, sedikit atau banyaknya orang yang diselamatkan bukan lagi tergantung dari Tuhan, melainkan berdasarkan pada pilihan masing-masing pribadi.
Beragama Kristen dan rajin beribadah di gereja bukanlah jaminan kita sudah selamat. Keselamatan yang Yesus berikan tidak berkaitan dengan agama apapun, melainkan pilihan diri sendiri. Jadi, pastikan bahwa diri sendiri sudah mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat bagi hidup kita.
Kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah menerima anugerah dan Tuhan Yesus Kristus, kita wujudnyatakan dakam kehidupan kita. Kasih setia Tuhan selalu menyertai kita sekalian. Tuhan Yesus memberkati. Amin. (Endang Sudibyo – Karanganom).






