Takut Itu Ada, Tetapi Damai Itu Pasti

Bacaan: Mazmur 27 : 1-6.

Dari Daud. Tuhan Adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan Adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Khawatir dan takut adalah dua hal yang selalu membayangi kehidupan manusia. Khawatir tentang kondisi keuangan, takut tidak bisa memulai sesuatu yang baru, khawatir nilai ujian tidak sesuai dengan yang diharapkan, takut tidak diterima di pekerjaan yang kita inginkan dan lainnya.

Bisa dibayangkan, ketakutan dan kekhawatiran selalu saja menjadi ‘teman’ yang menggerogoti kita. Apakah wajar? Ya, wajar. Justru dari takut dan khawatir bisa menjadi signal yang membantu kita mengenali situasi agar kita mampu menentukan pilihan yang membuat kita aman.

Pada Mazmur 27 yang ditulis oleh Daud memberi tahu kita sumber kepercayaannya dalam hidup. Kepercayaan Daud bukanlah pada kemampuan atau kekuatannya sendiri, tetapi ia menjadikan Tuhan sebagai terang, keselamatan dan juga benteng kehidupannya. Ini tidak berarti bahwa kehidupan Daud landai tidak ada permasalahan. Ia memiliki musuh yang membuatnya menjadi khawatir dan takut. Bahkan kemudian dia membayangkan skenario terburuk yakni dikelilingi penjahat yang akan mengepungnya.

Lalu apakah yang bisa kita petik dari kisah Daud?Kh awatir dan takut memang akan selalu ada, dan itu pasti. Tinggal bagaimana kita mengelola dan memprosesnya agar tidak menjadi suatu beban yang mengganggu.

  • Pertama, kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan Allah tidak akan pernah meninggalkan kita dalam situasi apapun, menjadikan Tuhan sebagai fokus kita agar kita tidak tegoyahkan oleh ketakutan dan kekhawatiran tadi.
  • Kedua, menjadikan Persekutuan dengan Tuhan sebagai prioritas. Selalu berdoa, beribadah, saat teduh agar kita selalu mendapatkan pemeliharaan-Nya.
  • Ketiga, mari selalu bersyukur. Kita jadikan hidup kita ini sebagai persembahan syukur dengan sorak-sorai pujian, mengabarkan kebaikan-Nya di mana pun kita berada.

Tuhan Adalah tempat perlindungan sejati. Dalam ketidak-sempurnaan kita, Tuhan melihat kita sebagai ciptaan yang indah dan ketika kita berserah, Tuhan memberikan keyakinan bahwa semua akan baik saja.

Mari selalu menguatkan iman kita agar hidup kita menjadi hidup yang berkualitas dan mari kita berserah penuh pada apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Doa :

Tuhan, kami tau kami bukan hamba yang sempurna. Kami hamba yang penuh dosa yang selalu takut dan khawatir pada apa-apa yang sebenarnya tidak perlu kami pikirkan. Maka Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu berserah penuh pada kehendakMu. Apapun itu damaikanlah hati kami, teguhkanlah kami, bantu kami untuk menguatkan iman kami karena Engkau selalu mengasihi kami. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin. (Ristiana Saputri – Gunungsari).

 

 

Pos terkait