Tuaian Memang Masih Banyak

Bacaan: Mazmur 65:9-13, Yesaya 48:1-5, Roma 2:12-16.

“Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan”. (Roma 2 : 13).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Pedoman hidup serta perjanjian Allah untuk bangsa Israel, yang mencakup lebih dari 600 perintah, dalam Alkitab dipahami sebagai hukum Taurat. Dimulai dari sepuluh perintah Allah (Keluaran 20 : 1-17), aturan tersebut mencakup hukum moral, ibadah, dan kehidupan sosial yang diberikan Tuhan melalui Musa di Gunung Sinai, yang sangat berguna untuk menuntun umat Tuhan hidup kudus, benar dan berkenan kepada Tuhan.

Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, Tuhan memberikan hukum Taurat kepada Musa agar melalui hukum Taurat inilah bangsa Israel hidup benar, kudus dan berkenan kepada Tuhan .

Inilah bukti kasih Tuhan kepada bangsa Israel yang sangat jelas, Keluaran 19 : 5 berbunyi: “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.”

Makna dari Hukum Taurat itu sendiri adalah kasih. Artinya jika seseorang mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama, ia telah menggenapi hukum Taurat.

Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus telah menggenapi hukum Taurat. Ia meringkas seluruh hukum Taurat menjadi Hukum Kasih yang kita pahami yakni: Mengasihi Allah dengan segenap hati dan segenap jiwa, dan segenap akal budi, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juru Selamat, karena keselamatan tidak didapatkan karena ketaatan melakukan Hukum Taurat.

Melalui hukum Kasih inilah maka umat kepunyaan Allah harus mempunyai komitmen:

  • Hidup di bawah “Hukum Kristus” yang berpusat dan berdasar pada “Kasih”.
  • Hidup dalam cermin dan berpedoman kepada  sang Kristus Yesus yang sudah menyatakan prakarsa mulia, mengangkat martabat manusia berdosa menjadi berharga untuk berkarya, serta mampu menjadi teladan bagi sesama.

Jadi, kita tidak cukup hanya menjadi pendengar, namun marilah bertindak, karena, tuaian memang  banyak, tetapi pekerja sedikit. Tuhan akan tersenyum ketika didapati umat Allah terjaga, berkarya dan tidak terlelap dalam mimpi-mimpinya. (Digdo Sukoco – Bandung).

 

 

Pos terkait