Tuhan Penjagaku

Bacaan :  Yesaya 51 : 4-8, Mazmur 121, Lukas 7: 1-10.

Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir. (Yesaya 51:6).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Setiap manusia pasti pernah merasakan lemas, hampir putus asa, cemas mengkawatirkan banyak hal dalam kehidupan kita, seperti: pendidikan, masa depan, kesehatan, kecukupan ekonomi, dan lain-lain. Dalam kondisi demikian mari kita ingat, Yesaya 51:4-8 berisi panggilan Allah kepada umat-Nya untuk mendengarkan janji keselamatan dan kebenaran-Nya yang kekal. Meskipun langit dan bumi akan lenyap, keselamatan Allah tetap selamanya. kita diperintahkan tidak takut pada manusia, karena kebenaran-Nya abadi, sedangkan penindas akan hancur seperti pakaian yang dimakan ngengat.

Pemazmur melalui bacaan Mazmur 121 menegaskan, bahwa pertolongan sejati datang dari Tuhan, Pencipta langit dan bumi, bukan dari gunung-gunung atau berhala. Tuhan digambarkan sebagai Penjaga yang tidak pernah terlelap, melindungi umat-Nya dari bahaya siang dan malam, serta menjaga kehidupan dan perjalanan mereka sekarang sampai selama-lamanya.

Bacaan Lukas 7:1-10 mengisahkan Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira Romawi di Kapernaum yang sakit keras. Perwira itu menunjukkan iman dan kerendahan hati yang luar biasa dengan percaya bahwa Yesus cukup mengucapkan sepatah kata saja untuk menyembuhkan dari jarak jauh, membuat Yesus kagum karena iman tersebut melebihi orang Israel. Perwira Romawi itu juga memiliki sikap kerendahan hati, karena ia merasa tidak layak menerima Yesus di rumahnya maupun ia datang kepada Yesus. Tuhan Yesus melihat sikap kerendahan hati dan iman yang begitu besar, menembus akal nalar manusia, Yesus mengabulkan doa dan harapan perwira Romawi tersebut.

Dalam kehidupan yang penuh tantangan dan tuntutan saat ini, marilah kita berserah penuh hanya kepada Dia Tuhan Sang Pemilik Kehidupan. Jangan mau dirusak oleh gaya hidup yang sekedar mencari kepuasan dengan adanya pengakuan dari dunia, tetapi teladani sikap kerendahan hati dan keyakinan iman yang mendalam dari perwira Romawi sehingga hidup pasti terberkati. (Hargo Warsono – Ngringin).

Doa:

Tuhan, 
Bimbing kami agar mampu memperbaharui diri, 
Untuk bisa memiliki sikap rendah hati
Memiliki iman yang penuh kepadamu menembus batas  akal nalar kami
Bukan mencari kepuasan-kepuasan duniawi, 
Tetapi memilih hidup terberkati.... damai sejahtera dariMU
Pimpin setiap langkahku ya Tuhan
Amin.

 

https://youtu.be/g5gDwXODjqk?si=UyuDDxYpe8FLwoif

 

Pos terkait