Bacaan: Roma 11:1-10.
Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia. (Roma 11:6).
Renungan:
Sering kali dalam hidup kita merasa putus asa atau mengira Tuhan telah meninggalkan kita. Lebih-lebih ketika keadaan menjadi sulit, atau doa tampaknya tidak dijawab. Paulus melalui ayat 1-2 bacaan kita pagi ini mempertanyakan: “Adakah Allah mungkin telah menolak umat Nya?” Ini mencerminkan keragaman yang manusiawi, namun Paulus dengan tegas menjawab, “Sekali-kali tidak.”
Roma 11:2-10 menegaskan bahwa, ketika mayoritas tampaknya menolak Tuhan, Allah selalu memelihara sebagian kecil (“sisa”) yang setia karena kasih karunia-Nya. Penegasan itu dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Paulus menekankan bahwa keselamatan/penebusan terjadi karena kasih karunia (anugerah), bukan karena perbuatan atau usaha manusia. Kita disebut, bukan karena kita baik, melainkan karena Tuhan memilih kita. Ayat 6 menegaskan: “Kalau hal itu terjadi karena kasih karunia”. Maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia bukan lagi kasih karunia. Keselamatan kita sepenuhnya adalah inisiatif Allah. Ini membuat kita rendah hati dan tidak bermegah atas usaha diri sendiri.
- Kesetiaan Allah ditengah ketidak setiaan manusia (ayat 2-4). Paulus mengutip kisah Elia yang merasa sendiri melayani Tuhan. Namun Allah menegaskan masih ada 7.000 orang yang tidak sujud menyembah baal. Ini adalah jaminan bahwa Allah setia pada janjinya. Meskipun bangsa Israel (secara umum saat itu) menolak Kristus, Allah tidak membatalkan pilihan-Nya. Ketika kita merasa sendirian atau situasi rohani disekitar kita metosot, ingatlah bahwa Allah tetap menjaga umat-Nya. Kita diselamatkan untuk menjadi (“sisa”) yang tetap setia.
- Bahaya hati diartikan (ayat 7-10) bagian ini memperingatkan tentang bahaya menolak kasih karunia yang berujung pada “hati yang tegar” atau “roh kudus”. Ketika manusia terus menerus menolak Tuhan, mereka masuk dalam keadaan buta rohani. “Ditebus untuk diselamatkan” berarti, kita dipanggil keluar dari kebutaan tersebut untuk hidup dalam kebenaran. Jangan keraskan hati, hargai anugerah keselamatan yang sudah diberikan.
Kita adalah “sisa” masa kini. Maka dari itu, marilah yang dipilih oleh kasih karunia untuk percaya kepada Yesus. Kita ditebus (dibayar lunas dengan darah Kristus) bukan untuk hidup sembarangan. Melainkan keselamatan untuk hidup dalam keselamatan dan kasih karunia kepada-Nya. Ketaatan kita bukanlah ketaatan diri, melainkan hasil dari kasih karunia yang memelihara kita sampai akhir.
Doa:
Terima kasih Tuhan atas kasih karunia yang Tuhan berikan. Tuhan sudah membayar lunas dosa-dosa kami. Jadikanlah kami anak-anak yang tau berterimakasih kepada-Mu, dan selalu setia kepada-mu. Amin. (Tri Setyowati – Kulwo).






