Bekerja Sama dalam Melayani Tuhan

Bacaan : Kidung Agung 2:8-15; Mazmur 16; Kolose 4:2-5.

Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. (Kolose 4:2).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Shalom, Bapak-Ibu, Saudara dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Ada pepatah mengatakan: “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Pepatah ini memiliki arti bahwa segala sesuatu akan lebih mudah dikerjakan, apabila dilakukan bersama-sama. Dalam melayani Tuhan pun diperlukan bekerjasama.

Jika kita membaca pada ayat-ayat seterusnya (Kolose 4:7-18), ternyata Rasul Paulus tidak melayani Jemaat Kolose seorang diri saja. Namun Paulus melayani bersama Tikhikus, Onesimus, Aristarkhus, Markus, Yustus, Eprafas, Lukas, Demas dan Arkhipus. Jadi nyata, di sini Paulus melibatkan beberapa orang umat Tuhan yang dapat dipercayai untuk menjadi teman sepelayanannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa pelayanan yang dikerjakan di Kolose memang berat, sehingga Paulus dari dalam penjara menasehati supaya semua teman-temannya terlibat dalam pelayanan bersama.

Dalam hal pelayanan bersama atau bekerjasama melayani Tuhan, Rasul Paulus melalui nas bacaan kita saat ini di Kolose 4:2 setidaknya ada 2 hal yang Paulus ingatkan kepada umat Tuhan:

#1. Berjaga-jagalah Sambil Bertekun dalam Doa

Kata berjaga-jaga memiliki arti siap sedia untuk bertindak. Setiap orang Kristen harus siap-sedia dalam hidupnya untuk menghadapi situasi dan kondisi yang paling buruk sekalipun, sambil bertekun dalam doa, karena dengan berdoa kita dapat berkeluh kesah curhat dan menyerahkan kehidupan pribadi, keluarga, jemaat dan masyarakat dalam kehendak Tuhan Allah. Begitupun dalam kehidupan pelayanan, kita harus berjaga-jaga dan berdoa, supaya kuasa gelap yang berusaha menghancurkan persatuan dapat di tangkal dengan kekuatan Tuhan. (band. Luk 21:36)

#2. Mengucap Syukur

Terkadang umat Tuhan jika menghadapi keadaan yang serba sulit, umat cenderung mengeluh dengan menggerutu, tidak puas, jengkel, meyalahkan situasi dsb. Padahal sikap seperti ini sangat rawan dan banyak menyebabkan perpecahan. Mengucap syukur kepada Tuhan merupakan bagian dari membangun sikap positif. Dengan kata lain, ketika kita bersyukur dalam keadaan apapun, kita tetap menghadapinya dengan tenang dan dapat mengatasi persoalan yang ada berkat tuntunan Tuhan. Ingat, I Tesalonika 5:18 mengatakan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Pada akhirnya, kami menyambut dengan sukacita dan apresiasi di HUT 17 GKJ Bejiharjo, Bapak-Ibu yang telah siap sedia diteguhkan menjadi majelis gereja untuk Bekerjasama dalam Melayani Tuhan. Demikian juga marilah sebagai umat pilihan Tuhan yang lainnya bersedia pula ambil bahagian dalam berbagai pelayanan untuk kemuliaan Nama Tuhan, dengan tetap berjaga-jaga sambil bertekun dalam doa, selalu mengucap syukur dalam segala hal.

Terpujilah Tuhan Yesus Kristus. Amin. (Markus Winoto – Karanganom).

 

 

Pos terkait