Okulasi

Bacaan: Roma 11:13-29.

Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu (Roma 11:17-18).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Okulasi tanaman adalah cara memperbanyak tanaman secara buatan dengan menempelkan mata tunas dari satu tanaman unggul ke batang bawah tanaman lain. Tujuannya adalah menggabungkan sifat baik dari kedua tanaman, seperti akar kuat di bawah dan buah manis di atas.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, Paulus menggambarkan bahwa orang-orang bukan Yahudi yang karena pelayanannya menjadi percaya dan menyatakan diri mengikut Yesus adalah orang-orang yang dicangkokkan pada batang induk utama yaitu Tuhan Yesus. Mereka dimasukkan dan dapat hidup bersama persekutuan Allah dan diselamatkan. Bukan mereka yang menjadi penopang atas keseluruhan hidup jemaat Allah, tetapi mereka menjadi bagian yang tertopang.

Pemahaman ini disampaikan oleh Paulus karena ada anggapan bahwa orang-orang percaya di Roma menjadi sombong dan membandingkan dengan umat Israel bahwa mereka lebih baik dari umat Allah yang lain. PauLus berharap bahwa setiap orang percaya yang berasal dari bangsa lain tetap setia, tetap rendah hati dan tetap menghasilkan buah yang baik. Mereka sebenarnya tidak dapat hidup sendiri, memenuhi pertumbuhannya sendiri tetapi ada kerjasama dari seluruh umat yang telah diselamatkan. Seperti pohon yang terdiri dari batang, akar dan ranting/cabang, semua saling bekerjasama sesuai status dan fungsinya masing-masing dengan satu tujuan: menghasilkan buhan yang banyak, baik dan berguna bagi semua orang.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan,  bagaimana dengan kita, apakah kita menyadari bahwa kita adalah orang berdosa (ranting liar) yang telah dipilih dan digabungkan (dicangkokkan) ke dalam batang besar yaitu Tubuh Kritus? Atau kita menjadi sombong bahwa kita menjadi orang percaya yang merasa lebih baik dari yang lain? Hari ini kita disadarkan bahwa siapapun kita, dari golongan manapun kita, dari manapun asal kita, ketika kita terpilih dan menyatakan dengan setia menjadi umat persektuan Allah, maka kita menjadi bagian yang sama, mempunyai tugas yang sama yaitu menghasilkan buah yang baik, yang banyak dan yang berguna bagi semua orang (Buah-buah Roh: Galatia 5:22)

Dalam memasuki Bulan Kebangsaan, berkenaan dengan perayaan Kemardekaan Indonesia, mari kita tetap  menjadi bagian dari Bangsa Indonesia untuk bersama-sama dengan masyarakat yang lain mengisi kemerdekaan, yaitu menjaga kerukunan, ikut ambil bagian dalam kegiatan masyarakat dan melakukan sesuatu yang berguna bagi Indonesia. Tidak perlu pamer,  tidak perlu sombong, karena kita adalah bagian yang sama dalam  komunitas masyarakat di tempat kita tinggal. Tuhan memberkati.

Doa:

Terima kasih yang Tuhan, pagi ini kami diingatkan untuk tetap sadar diri bahwa kami tidak dapat  hidup sendiri apalagi harus memegahkan diri. Kami telah Tuhan ingatkan untuk dapat menjalani hidup yang saling menopang, saling membantu dan saling membutuhkan. Berikanlah kami kemauan dan kemampuan untuk dapat berkontribusi dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin (Egn. Sugeng – Ngringin).

 

 

Pos terkait