Bacaan: 2 Korintus 12:11-21.
“Karena itu aku suka mengorbankan milikku.bahkan mengorbankan diriku untuk kamu. Jadi jika aku sangat mengasihi kamu, masakan aku semakin kurang mengasihi ?” (2 Korintus 12:15).
Renungan:
Paulus menegaskan ketulusannya dalam pelayanannya untuk jemaat di Korintus, dia tidak mencari keuantungan pribadi, tidak menuntut upah, bahkan rela menanggung kerugian. Hal itu dilakukan Paulus demi menjaga kemurnian pelayanannya.
Bagi Paulus, Injil adalah panggilan suci untuk membangun iman jemaat. Paulus tidak memberatkan siapapun karna ia ingin menunjukkan bahwa pelayanannya tidak ada tujuan tersembunyi. Apalagi saat itu jemaat Korintus ada kegiatan persembahan kasih khusus untuk jemaat di Yerusalam yang pastinya berdampak sensitif.
Kita tahu bahwa keuangan itu rawan dan butuh kehati-hatian dalam pengelolaannya. Paulus berbeda dengan para rasul palsu yang mencari keuntungan pribadi yang berakibat sering terjadi perselisian di tengah jemaat. Namun berbeda dengan Paulus, justru yang menjadi kekhawatiran Paulus adalah dosa-dosa yang masih dilakukan oleh jemaat Korintus dan kesedihannya melihat jemaat yang belum bertobat.
Terbukti Paulus melayani jemaat dengan hati yang murni dan rendah hati, tidak berfokus untuk mencari keuntungan pribadi. Banyak teladan yang bisa kita ambil dari seorang Paulus, yaitu melayani dengan tulus, kasih, tidak mencari keuntungan pribadi serta berfokus untuk kemuliaan Tuhan.
Selamat melayani Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus arahkanlah hidup kami untuk bisa melayani sesama kami dengan sepenuh hati,biarlah setiap pikiran ,perkataan ,tingkah laku kami mendatangkan berkat bagi sesama kami dan kemulyaan bagiMu. Amin. (Elisabeth Purna Rahayu).





