Bacaan: Yakobus 2:8-13
Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. (Yakobus 2:9).
Renungan:
Ada sebuah istilah dalam bahasa gaul, yaitu “carmuk” atau “cari muka.” Istilah ini menunjukkan satu perilaku seseorang yang melakukan kebaikan kepada orang tertentu, misal kepada atasannya, tapi ia lakukan itu hanya untuk mendapat pujian dari atasannya.
Orang itu disebut “cari muka” kepada atasannya. Tindakan yang ia lakukan berangkat bukan dari ketulusan, melainkan dari niat unntuk mencapai kepentingannya sendiri.
Bacaan dari Kitab Yakobus pagi ini berisi nasihat tentang praktik kasih yang semestinya dilakukan secara tulus dan serius, yaitu kasih itu nyata melalui perbuatan baik yang sungguh-sungguh dan tanpa cari muka atau memandang muka. Praktik kasih dalam ketulusan dan tanpa memandang muka berlaku bagi semua orang dan ditujukan kepada semua orang. Praktik kasih itu pun menerangi dan mengutuhkan hukum Taurat, sehingga orang tidak dapat mengabaikan satu bagian dari hukum Taurat (ayat 11).
Nasihat Yakobus tetap berlaku bagi kita. Saaat ini kita hidup di tengah masyarakat majemuk dan sibuk oleh aneka rupa pekerjaan dan karya yang kita kerjakan. Terkadang karena tuntutan dan godaan dunia jaman sekarang, kita mungkin saja bertindak mengedepankan kepentingan diri daripada kepentingan banyak orang, dan lebih bersikap “mengejar berkat” daripada “meneruskan berkat.”
Itulah sebabnya kasih kita menjadi dingin dan kehidupan bersama jadi rusak. Kalau itu terjadi, nasihat Yakobus ini sungguh mesti kita perhatikan dan kerjakan, yaitu mempraktikkan kasih secara tulus dan serius! Tidak cari muka.
Doa:
Tuhan Yesus, ampunilah perilaku dan tindakan kami yang masih sering cari muka. Mampukanlah kami untuk mempraktikan kasih dengan tulus dan tidak dibuat-buat untuk keuntungan diri kami sendiri. Amin. (Tim Adminweb).






