Anak Kecil

Bacaan: Matius 18:1-7.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. (Matius 18:4).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Menjadi yang terbaik, berprestasi, dan juara dalam bidang apapun adalah dambaan setiap orang pada umumnya. Orang tua dan sanak keluarganya tentu menjadi sangat bangga ketika anak-anaknya menorehkan prestasi dan menjadi terbesar dan terkenal karenanya. Hal itu juga menjadi kebanggan tersendiri bagi kakak, adik, dan saudara-saudara di sekelilingnya. Tidak ada yang keliru menjadi terbaik, terbesar, dan terkenal karena prestasi yang ditorehkan.

Namun, mengapa Yesus memberi perhatian khusus ketika para muridnya bertanya: “Siapakah yang terbesar di dalam Kerajaan Sorga?” Para murid nampaknya punya gambaran bahwa di dalam Kerajaan Sorga bakal ada pengelompokan atau penggolongan orang yang terbesar, yang terkecil, yang berpangkat, yang tidak berpangkat, yang kaya, yang miskin, dan pengelompokan sejenisnya.

Yesus justru mengubah pemahaman para murid itu dengan mengatakan: ““Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (Matius 18:3-5).

Apa sesungguhnya maksud Yesus mengatakan hal seperti itu? Yesus sedang menekankan kerendahan hati, iman yang murni, dan kepolosan sebagai syarat masuk Kerajaan Surga. Yesus menempatkan anak kecil sebagai teladan iman, menegaskan bahwa mereka yang merendahkan diri dan percaya seperti anak kecil adalah yang terbesar di surga. Anak kecil dalam konteks ini melambangkan kepolosan, hati yang mudah diajar, tidak berbelit-belit, dan memiliki ketergantungan total kepada orang tua dan Allah Sang Pemberi Hidup.

Saudaraku terkasih, jadi bukan karena senantiasa meraih prestasi terbesar, terbaik, selalu juara yang menentukan posisi seseorang dalam Kerajaan Sorga. Yesus menempatkan anak kecil sebagai teladan iman, menegaskan bahwa mereka yang merendahkan diri dan percaya seperti anak kecil adalah yang terbesar di surga.

Merendahkan diri bukan berarti rendah diri atau minder. Merendahkan diri adalah menempatkan diri yang pas dengan situasi dan kondisi. Kita memang perlu merendahkan diri di hadapan Allah, karena tanpa cinta kasih dan anugerahNya kita menjadi bukan siapa-siapa dan tidak menjadi apa-apa.

Selamat hari Sabtu, selamat menyambut Minggu dengan cinta kasih polos sederhana apa adanya, sebagaimana kemurnian cinta kasih anak-anak kecil. (Tim Adminweb).

 

Pos terkait