Awas…. Ada Roh Penyesat!

Bacaan :  1 Raja-raja 21:17-29; Mazmur 119: 161-168; 1 Yohanes 4: 1-6.

“Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu. Aku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya”.(Mazmur 119:166-167).

Bacaan Lainnya

Renungan:

1 Raja-raja 21:17-29 mencatat teguran keras Allah melalui Nabi Elia kepada Raja Ahab atas perampasan kebun anggur Nabot. Akibat pembunuhan kejam yang direkayasa Ratu Izebel tersebut, Allah menjatuhkan hukuman mutlak yaitu keluarga Ahab akan dimusnahkan, dan darah Ahab serta Izebel akan dijilat oleh anjing.

Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri. Namun dalam prakteknya, tidak selamanya semua orang bebas melakukan apa saja. Ada hukum yang mengatur, mengikat dan menjadi pedoman. Kehidupan sebagai orang percaya juga demikian. Kita punya Firman Tuhan yang menuntun. Selain itu Firman Tuhan juga menguatkan kita tatkala menghadapi tantangan hidup. Tidak selamanya kita kuat dalam menghadapi persoalan hidup. Ada saatnya dimana kita bisa rapuh, tidak berdaya dan membutuhkan petunjuk sebagai arah hidup. Kita memerlukan Firman Tuhan. Pemazmur menyatakan betapa ia mencintai Firman Tuhan. Melalui Firman Tuhan, ia tahu bagaimana menghadapi hidup yang keras. Ia memiiki Tuhan yang luar biasa. Damai sejahtera dimilikinya tatakala Firman Tuhan menjadi bagian yang menyatu di dalam hidupnya. “Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu. Aku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya”.(Mazmur 119:166-167)

1 Yohanes 4:1-6 berisi peringatan dari Rasul Yohanes kepada jemaat untuk menguji setiap pengajaran. Ujian utamanya adalah pengakuan bahwa Yesus Kristus datang sebagai manusia. Yohanes menegaskan bahwa orang percaya memiliki Roh Allah yang lebih besar dari pada roh penyesat di dunia.

Dalam renungan kali ini kita diingatkan akan tiga hal penting yaitu:

  1. Allah kita sungguh Maha Adil dan Maha Kuasa. Tak semestinya kita mencoba-coba berekayasa atas dasar niatan hati yang bertentangan dengan ajaran kasih yang diteladankan Tuhan Yesus.
  2. Firman Tuhan adalah rujukan pandu kehidupan yang sempurna. Mari selalu simak dan geluti terus untuk dijadikan pedoman langkah dalam meraih cita, harapan dan mengatasi segala perkara kehidupan.
  3. Kita harus siapkan ruang dalam jiwa dan kehidupan agar Roh Khudus bersemayam dalam hati, agar kita tidak kehilangan arah oleh kuasa roh penyesat yang akan menjerumuskan kita ke maut yang menyiksa, tapi kita tetap berpengharapan sekalipun dalan suka maupun duka.

Amin. (Hargo Warsono – Ngringin).

Doa:

Tuhan, 
Bimbinglah aku  agar mampu menjaga hati, 
Mampukanlah aku berserah penuh pada kuasa dan keadilanMu
Bimbing aku  agar selalu menjadikan firmanMu sebagai  panduan dan kekuatan hidupku
Jauhkanlah aku dari kuasa roh penjesat yang akan merusak kehidupanku
Amin. 

 

https://youtube.com/shorts/p8zU481DAXk?si=W1agjdYzSywaRg8H

 

 

Pos terkait