Bacaan: Yesaya 44: 18-20 ; Mazmur 86: 11 -17; Matius 7: 15-20.
“Tunjukkanlah kepadaku, jalanMu ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaranMu, bulatkanlah hatiku untuk takut akan namaMu”(Mazmur 86:11).
Renungan:
Selamat pagi Saudaraku yang terkasih didalam Tuhan Yesus. Shalom.
Kitab Mazmur 86 adalah doa Daud yang meminta pertolongan pada saat kesesakan. Mazmur ini berisi tentang jeritan hati seorang yang miskin dan lemah karena dikepung oleh musuh sampai Daud harus bersembunyi mengasingkan diri. Tetapi Daud yakin bahwa Allah akan selalu menolong, dan melindungi dia dari kejaran musuh, Tuhan akan selalu membela Daud. Daud menyadari dari awal mula , dia bukan siapa siapa, tapi Tuhan memilih nya untuk memimpin suatu bangsa. Dari seorang gembala yang hidup di padang gurun, naik derajat menjadi raja yang tinggal di istana raja yang megah. Bukankah seharusnya Daud sadar, semua itu karena kasih karunia dan kebaikan Tuhan, dan Tuhan memakai Daud untuk menyelamatkan bangsa Israel?
Bangsa yang tadinya hidup menyimpang dari kebenaran, seperti lalang yang tumbuh bersama gandum, yang hidupnya selalu menjadi pengganggu, menghimpit dan mendesak tumbuhnya gandum, tetapi pada saatnya menuai gandum, lalang akan di buang dan dibakar.
Demikian juga dalam kehidupan Daud yang penuh dengan himpitan dan gangguan dari musuh, dalam setiap kesesakan, pergumulan hidup, bahkan di saat Daud dikejar-kejar raja Saul, dia tetap setia kepada Tuhan. Daud tetap membuka hati untuk mengampuni Saul, dan memaafkan serta melupakan rasa sakit hati, sehingga hati Daud dipenuhi dengan ketenangan dan suka cita. Bahkan Daud selalu bernyanyi dan bersyukur bagi Tuhan.
Teladan hidup yang bisa kita petik dari kisah Daud adalah kesetiaan, dan ketenangan, tidak menyimpan dendam. Seringkali kita diperhadapkan pada problem hidup yang seolah mendesak dan menyudutkan kita, sehingga ruang lingkup atau kebebasan kita terbatas, seakan-akan hanya kita yang mengalaminya. Hanya kita yang terpuruk, tertekan, teraniaya karena mendapatkan hinaan, ejekan, atau mungkin candaan yang menyepelekan kita, selalu diatur, selalu disalahkan dan masih banyak lagi yang membuat kita jengkel, marah, tersinggung bahkan sakit hati.
Lalu apa kita akan merasa nyaman dengan kondisi itu, dan hanya menyimpan semua kepahitan dalam hati?
Mari kita belajar seperti Daud? Membuang ketidak nyamanan dalam hati, berusaha mengampuni, dan menghilangkan rasa dendam di hati? Seperti Daud yang selalu menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan, dan Tuhan akan turun tangan membantu dan membela Daud, mari kita juga berusaha menyerahkan seluruh kehidupan kita, maka Tuhan juga akan memampukan kita melewati setiap pergumulan hidup ini.
Dengan yakin dan percaya penuh akan pertolongan Tuhan, semua badai hidup akan berlalu. Selalu bersyukur melalui pujian, perkataan dan tindakan baik di setiap waktu, maka kita akan tetap merasakan bersukacita. Yakinlah sungguh Tuhan akan menjaga, membela, dan menguatkan hati kita dimanapun kita berada. Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar asal dengan sepenuh hati/sebulat hati berserah dan bersandar kepada Tuhan dan hidup kita dituntun oleh Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Bapa kami yang di sorga, Bapa kami yang baik. Kami mengucap syukur Tuhan atas hari ini, dimana kami masih boleh menikmati anugerahMu. Saat ini kami diingatkan kembali, agar kami menyerahkan setiap pergumulan hidup kepadaMu. Karena hanya Engkau yang mampu menguatkan dan meneguhkan hati kami, Engkau akan memberikan kelegaan, sehingga seberat apapun beban akan terasa ringan. Kami percaya bahwa Tuhan akan selalu menolong kami. Kami serahkan hidup kami kepadaMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin (Kusmiyati – Ngringin).






