Bacaan: Yeremia 17:1-18.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yeremia 17:7-8).
Renungan:
Semua orang punya sesuatu yang diandalkan untuk bertahan hidup, mengatasi masalah, mengejar impian, dan seterusnya. Andalan itu bisa berbagai hal, seperti: kekuatan, kepandaian, dan lain-lainnya.
Nabi Yeremia menyatakan bahwa yang terbesar ialah mereka yang mengandalkan Tuhan. Dia memberi gambaran bahwa hidup mengandalkan Tuhan bukanlah hidup yang steril dari kesulitan dan penderitaan. Orang yang mengandalkan Tuhan pun bisa merasakan dan mengalami panas terik, bisa dilanda kekurangan, dan sebagainya.
Jadi, seperti apakah hidup mengandalkan Tuhan itu? Jika kita mengandalkan Tuhan, kita menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi air, selalu hidup dekat dengan Tuhan Sang Sungai Kehidupan. Hidup mengandalkan Tuhan seperti pohon yang merambatkan akarnya ke tepi sungai. Kita selalu mendapatkan dan merasakan air jernih, sabda kebenaran dari Tuhan, Sungai Kehidupan, dan berjuang menghidupi sabdaNya.
Karena dekat dengan Tuhan, kita dianugerahi sesuatu yang baik, hingga dalam keadaan apapun kita tidak akan merasakan panas terik dan khawatir akan mengalami kekeringan. Kita memang bisa saja menemui kesulitan, namun TUhan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya. Sebab itu, ketika kita mengalami kesukaran apapun, kita tetap mempercayakan diri kepada Tuhan.
Seiring doa di tahun 2025 yang baru saja kita lewati, berkat Tuhan menyertai dan menjadikan kita diberi berkat, kesempatan, kesehatan, panjang umur hingga kita memasuki tahun 2026 ini. Semoga renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua. Mari selalu setia merenungkan rahasia Tuhan. Mari kita memahami dan merasakan kemahakuasaan dan keajaiban Tuhan. Amin. (Diranto – Gunungsari).





