Bacaan: Kejadian 45:1-20, Mazmur 103:8-13, Matius 6:7-15.
“Tetapi sekarang janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku kesini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (Kejadian 45:5).
Renungan:
Bapak ibu saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus, Shaloom….
Kenyataan yang seringkali terjadi jika seseorang disakiti atau dijahati, dikecewakan orang lain, maka akan otomatis melakukan pembalasan, mungkin dengan balas perkataan atau bahkan perbuatan yang terkadang malah lebih kejam dari apa yang mereka lakukan. Tidak sedikit mereka akan menyimpan dendam dalam hati dan mengingat terus peristiwa tersebut. Dia juga tidak mau bergaul , bertegur sapa bahkan mengecapnya sebagai musuh.
Berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Allah . Jika kita disakiti dan dikecewakan, maka kita harus memberikan PENGAMPUNAN.
Seperti bacaan kita hari ini yang terambil dari kejadian 45:1-20 merupakan kisah Yusuf dan saudara saudaranya. Yusuf memberikan pengampunan dan mengasihi saudara-saudaranya; bahkan dia bersaksi bagaimana pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya, dan bagaimana Allah telah mengatur seluruh hidupnya untuk menjadi saluran berkat bagi keluarga dan seluruh negeri. Yusuf tidak membenci juga tidak menyimpan sakit hati, dia malah berfikir positif tentang pengalaman hidup yang dia alami. Yusuf tetap sabar dalam menghadapi peristiwa demi peristiwa dan percaya Tuhan pasti menolong.
Saudara saudara yang terkasih di dalam Yesus, hari ini pesan firman Tuhan melalui kisah Yusuf adalah meskipun perjalanan kehidupan harus mengalami berbagai macam penderitaan dan perlakuan tidak baik dari saudara-saudaranya, dari teman dan dari pimpinannya dimasa lalu bahkan proses hidup yang begitu panjang , menyakitkan dan berliku-liku, secara manusia pasti akan kecewa, marah, dendam dan menyimpan akar kepahitan yang membekas di dalam hati, namun seorang Yusuf yang telah didewasakan oleh Tuhan melalui keadaan dan pengalaman hidup sehingga dia dimampukan untuk memberikan pengampunan dan tidak menyimpan dendam kepada saudara-saudaranya dan juga orang lain yang pernah menyakitinya . Kasih dan kerinduan yang besar telah memenuhi hati Yusuf sehingga Tuhan yang benar dan luar biasa telah merancang kehidupan yang indah untuk Yusuf. Tuhan mempunyai rencana yang indah dibalik penderitaan Yusuf. Dan kiranya kita semua terberkati oleh kisah perjalanan hidup Yusuf.
Dari Kitab Mazmur kita juga diingatkan tentang kasih Tuhan yang luar biasa bagi orang-orang yang percaya. Walaupun kita selalu berbuat dosa, tapi Allah selalu sabar dan tetap mengasihi kita. Seperti dalam Mazmur 103:9 bahwa Tuhan tidak akan menuntut dan tidak akan mendendam kepada kita, tetapi Tuhan dengan kasiNya selalu mengampuni kita. Tuhan tidak pernah dendam kepada setiap pelanggaran kita, tetapi Tuhan tetap mengampuni dan mengasihi kita.
Di Injil Matius 6:12, Tuhan memberikan contoh doa, diantaranya tentang memberi pengampunan. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita , agar kita bisa mengampuni orang lain, Tuhan telah memberikan teladan hidup bagi kita agar hidup kita selalu dijauhkan dari rasa sakit hati, kebencian dan dendam. Biarlah hati kita selalu penuh dengan kedamaian, sukacita dan sejahtera. Tuhan memberkati.
Doa:
Bapa kami yang baik, kami bersyukur atas hari ini, Tuhan masih mengijinkan kami untuk menerima berkat dan anugerahMu hari ini. Kami serahkan seluruh hidup kami hanya kepadaMu. Trima kasih Tuhan, bila saat ini Tuhan mengingatkan kami untuk membuang kebencian , dendam dan sakit hati. Tuhan tolong kami, agar kami bisa mengampuni sesama kami yang menyakiti hati kami. Biarlah hanya Tuhan saja yang menguasai hidup kami, meredakan amarah kami, sehingga kami selalu merasa damai dan sejahtera. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin (Kusmiyati – Ngringin).





