Bacaan: 1 Imamat 4:27-31, Mazmur 119, 1 Petrus 2:11-17.
Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. (1 Petrus 2:11).
Renungan:
Tema perikop Imamat 4:27-31 adalah penghapusan dosa dan pelanggarannya. Dalam kesaksian nabi Musa, bahwa setiap manusia jatuh dalam dosa harus ada syarat untuk penghapusan dosa, yaitu korban sembelihan atau korban bakaran hewan domba, api, atau burung melalui iman. Jadi dosa manusia itu untuk penghapusannya harus melalui pengorbanan.
Menurut kesaksian nabi Musa, dosa manusia itu untuk penghapusan dosa dan pelanggarannya manusia tidak cukup berbuat baik, tapi harus ada syarat mutlak yaitu pengorbanan. Menurut iman kita sekarang, pengorbanan itu adalah pengorbanan atas diri Tuhan Yesus Kristus. Itu jaminan mutlak penebusan dan penghapusan dosa manusia.
Menurut bacaan Mazmur 119, tuntunan hidup orang percaya menjalankan kehidupannya adalah selalu mengucapkan puji-pujian. Dalam ayat 171, disebutkan agar mari menjalani hidup ini selalu menunjukkan sikap yang selaras dengan panggilan hidup kita sebagai umat Tuhan.
Menurut bacaan 1 Petrus 2:11-17, Yesus Kristus adalah batu penjuru, dan juga terdapat peringatan untuk hidup sebagai hamba Allah dan untuk menghormati pemimpin. Pemimpin ini dalam artian yang sangat luas.
Doa:
Semoga Tuhan memberkati dan memampukan kita untuk menjalani hidup ini sesuai dengan kehendak Tuhan. Kiranya Tuhan Yesus selalu memberkati kita semua. Amin. (Diranto – Gunungsari).






