Iman Mengalahkan Kemegahan Dunia

Bacaan: Keluaran 19 : 9b- 25, Mazmur 2, lbrani11 :23-28.

Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun. Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. (lbrani 11: 24-25).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Saudara-saudara yang terkasih, dunia menawarkan segala kemegahannya. Dunia begitu maju dengan cepat sekali dan manusiapun harus berpacu mengejar ketertinggalannya. Ketika manusia mengejar kecepatan dunia dalam segala kemajuannya, manusia menjadi individualisme, materialis, mengejar kesenangan pribadinya, bahkan manusia mulai acuh tak acuh kepada Tuhan dan acuh tak acuh kepada sesamanya.

Firman Tuhan hari ini bercerita tentang kehidupan Musa yang bisa menjadi contoh dalam kehidupan manusia. Di situ diceritakan bahwa setelah Musa dewasa ,seiring dengan imannya yang juga dewasa, Musa kemudian menolak untuk disebut sebagai anak putri raja Firaun. Karena menjadi anak putri raja Firaun identik dengan kemegahan dunia, kemewahan dunia, kesenangan dunia dll, yang semuanya itu hanyalah sementara dan menyesatkan.

Musa memilih menjadi umat Allah dan bersatu dengan bangsanya, untuk kemudian memimpin keluar dari tanah Mesir. Sebab menjadi umat Allah, adalah hidup yang benar dan akan membawa pada hidup kekal.

Melalui kisah Musa ini, Tuhan mengingatkan kepada kita, agar kita menjadi peka dan tidak mudah tertipu oleh kesenangan-kesenangan dunia, sehingga tidak salah menentukan pilihan. Amin.

Doa:

Bapa di sorga, firmanMu adalah kekuatan dalam hidup kami. Berkati dan kuatkan iman kami. Sehingga kami tidak mudah tertipu oleh kesenangan dunia yang menyesatkan, dan hidup kami benar di hadapanMu. Dalam nama Yesus. Amin. (Danu Aris Murtopo).

 

 

Pos terkait