Kemenangan di Tangan Tuhan

Bacaan: Hakim-Hakim 7:12-22

“…. Kemudian pulanglah ia ke perkemahan orang Israel, lalu berkata: “Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu.” (Hakim-hakim 7:15b).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Bangsa Midian digambarkan sangat besar dan menakutkan, jumlahnya seperti belalang yang memenuhi lembah. Di hadapan mereka, Gideon dan 300 orang Israel tampak sangat kecil dan tidak berarti. Namun justru di situlah Tuhan bekerja. Ketika manusia melihat keterbatasan, Tuhan melihat kesempatan untuk menyatakan kuasa-Nya.

Sebelum peperangan dimulai, Tuhan lebih dulu menguatkan hati Gideon melalui mimpi yang didengar dari pihak musuh. Ini menunjukkan bahwa Tuhan peduli pada ketakutan umat-Nya. Tuhan tidak menuntut Gideon menjadi kuat lebih dulu, tetapi Tuhan sendiri yang memberi keyakinan agar Gideon melangkah maju dengan iman.

Cara Tuhan memberi kemenangan juga sangat tidak biasa. Gideon tidak diperlengkapi dengan pedang dan perisai, melainkan dengan sangkakala, buyung, dan obor. Tuhan sengaja memakai cara yang tidak masuk akal agar semua orang tahu bahwa kemenangan itu bukan hasil kekuatan manusia, melainkan semata-mata karena campur tangan Tuhan.

Ketika Gideon dan pasukannya taat dan melakukan perintah Tuhan dengan serempak, Tuhan membuat musuh menjadi kacau dan saling membinasakan. Israel tidak perlu berjuang keras; Tuhan sendiri yang berperang bagi mereka. Ketaatan yang sederhana membuka jalan bagi kuasa Tuhan yang besar.

Renungan ini mengingatkan kita bahwa dalam menghadapi pergumulan hidup, Tuhan tidak meminta kita mengandalkan kekuatan sendiri. Ia rindu kita percaya dan taat, meskipun keadaan tampak mustahil. Di tangan Tuhan, yang kecil menjadi berarti, dan yang lemah dapat mengalami kemenangan.

Bukan jumlah kita yang menentukan kemenangan, tetapi siapa yang kita andalkan.

Doa:

Tuhan, ajar kami untuk percaya dan taat kepada-Mu, meski kami tidak mengerti jalan-Mu. Kami mau menyerahkan setiap pergumulan kami ke dalam tangan-Mu, sebab Engkaulah sumber kemenangan kami. Amin. (Ririn Damayanti – Karanganom).

 

 

Pos terkait