Bacaan: 1 Raja-raja 1:28-37; Mazmur 119:129-136; 1 Korintus 4:14-20.
“Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.” (1 Korintus 4:20).
Renungan:
Salomo diangkat menjadi raja bukan karena ambisi atau perebutan kekuasaan, melainkan karena kehendak Allah yang diteguhkan melalui Daud. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Allah memegang kendali atas sejarah dan menggenapi janji-Nya pada waktu yang tepat.
Pemazmur kemudian mengungkapkan kerinduannya akan firman Tuhan. Firman itu begitu indah dan ajaib sehingga menjadi terang bagi langkah hidup. Namun, kerinduan itu juga disertai kesedihan ketika melihat banyak orang tidak menaati ketetapan Tuhan. Hati yang mengasihi Allah akan turut berduka ketika kebenaran diabaikan.
Rasul Paulus melengkapi pesan ini dengan mengingatkan jemaat Korintus bahwa Kerajaan Allah bukan hanya soal kata-kata, tetapi kuasa yang nyata dalam kehidupan. Iman yang sejati tampak melalui ketaatan, kerendahan hati, dan perubahan hidup yang dihasilkan oleh kuasa Roh Kudus.
Ketiga bacaan ini mengajak kita untuk hidup di bawah pemerintahan Allah: mempercayai rencana-Nya, mencintai firman-Nya, dan membuktikan iman melalui tindakan nyata. Dunia tidak membutuhkan banyak kata.
Secara utuh, ketiga kutipan firman ini merajut satu benang merah yang kuat tentang nasihat untuk dapat konsisten dalam iman. Kita diajak untuk berdiri teguh pada ketetapan Tuhan yang adil (seperti Daud), mencintai dan merenungkan firman-Nya sebagai penuntun langkah (seperti pemazmur), dan akhirnya menghidupi firman tersebut dengan kuasa tindakan yang nyata, bukan sekadar omongan (seperti nasehat Paulus).
Iman yang sejati adalah iman yang melangkah dengan kompas firman Tuhan dan mewujudkannya dalam tindakan yang berkuasa mengubah sekitar.
Sejauh ini, selama mengikut Yesus, apakah hidup kita sudah cukup berubah menyerupai Yesus yang kita ikuti? Apakah hidup kita telah berdampak/membawa berkat untuk mereka?
Doa:
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk percaya kepada kehendak-Mu, mencintai firman-Mu, dan hidup sebagai saksi Kerajaan-Mu melalui perkataan serta perbuatan kami. Biarlah hidup kami memuliakan nama-Mu. Amin. (Marinah Sudiro – Karanganom).






