Tradisi dan Iman

Bacaan: Markus 7:1-13.

“Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia… Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Markus 7:8-9).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Bapak/Ibu/Saudara yang di kasihi Tuhan Yesus, kita hari ini diajak belajar adat tradisi dan iman Kristen. Masih banyak adat tradisi yang kita warisi dari nenek moyang yang berjalan sampai saat ini, orang meninggal di 7hari, 40hari, 100hari dst, anak/orang tua sakit tidak sembuh-sembuh dibawa ke dukun dan masih banyak lagi.

Lewat firman hari ini dari Markus 7: 8-9, orang Farisi ribut soal “cuci tangan”. Yesus tidak marah soal kebersihan. Yang Dia luruskan: prioritas hati. Kuncinya boleh tidak kita mengikuti tradisi dari nenek moyang terletak pada hati kita.

Ada 3 hal yang Tuhan Yesus ajarkan:

  1. Bibir boleh rajin, tetapi hati yang Dia lihat. Bisa tiap minggu ke gereja, hafal doa, posting ayat… tetapi kalau di rumah masih bentak anak, masih simpen kepahitan = “memuliakan dengan bibir” doang. Tuhan menghendaki hati yang dekat, bukan ritual yang sempurna.
  2. Tradisi boleh ada, tapi jangan melawan Firman. di ayat 11-12: demi tradisi “Korban”, orang Farisi tidak membantu orang tua, padahal perintah ke-5: “Hormati ayah ibumu”.
  3. Yang najis itu dari dalam. Yesus menghendaki geser fokus kita dari “luar” ke “dalam”. Tidak makan babi tidak bikin suci. Tapi kalau hati isinya iri, marah, dusta → itu yang mengotori kita.

*Pertanyaan jujur buat hati kita: Hari ini kita lebih sibuk “kelihatan rohani”, atau beneran “deket sama Tuhan”? Ada “tradisi” apa yang diam-diam membuat kita mengabaikan orang yang Tuhan kasihi? (Suami/Istri/anak/orang tua)?

Mari kita tilik hati kita satu persatu: “Tuhan, adakah di hatiku yang kotor seperti marah, kecewa, tidak mangampuni sesuai ajaran kasihMu?

Doa:

Tuhan Yesus, ampuni kami kalau selama ini kami lebih fokus menjaga penampilan luar, tetapi lupa menjaga hati. Ajar kami ibadah yang benar: deket dengan Engkau, menuruti Firman-Mu, dan penuh kasih kepada orang di sekitar kami. Bersihkan hati kami dari yang najis. Hari ini kami mau pilih Engkau, bukan tradisi. Dalam nama Yesus, Amin. (Suratmi – Grogol).

 

 

Pos terkait