Kita Berencana, Tuhan yang Menentukan

Bacaan: Amsal 16:1-20.

Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. (Amsal 16:3).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Pernyataan bahwa “kita hanya bisa merencanakan, selebihnya Tuhan yang menentukan” adalah ungkapan bijaksana yang mengingatkan manusia tentang keterbatasan dan kelemahan dirinya.

Kira-kira demikian jugalah petuah atau kata-kata bijak yang disampaikan Raja Salomo kepada umatnya, termasuk saat ini kepada kita, bahwa karena keterbatasan kita maka tidak semua yang kita rencanakan, yang kita inginkan, tidak semua dapat terlaksana/terpenuhi. Kita menginginkan sesuatu, dan kita menyusun rencana yang menurut kita sudah benar dan tepat, tetapi kadangkala hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Lalu kita mengadakan evaluasi dan ternyata ada hal yang tidak sesuai.
Melalui Raja Salomo kita diingatkan bahwa kita harus menyerahkan segala rencana kita hanya kepada Tuhan. Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. (Amsal 16:3)

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, satu pertanyaan bagi kita, “Mengapa rencanaku gagal padahal sudah saya susun dengan baik, sudah berdoa kepada Tuhan. Apa yang salah? Apa yang kurang?

Mari kita memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Kewajiban Berikhtiar: Manusia tetap wajib menyusun rencana dengan matang, teliti, dan konkret agar bisa dilaksanakan dengan baik. Terkadang kita teledor dan kurang cermat serta kurang berhati-hati.
  • Kekuatan di Luar Kendali: Hasil akhir berada di tangan Tuhan atau ada kekuatan spiritual yang lebih besar dari kemampuan manusia. Seperti pernyataan di awal, bahwa kita boleh berencana, tetapi Tuhan yang punya kuasa.
  • Berserah Bukan Berarti Menyerah: Berserah berarti tetap berharap yang terbaik dan percaya diri meski menghadapi rintangan, bukan pasrah tanpa usaha. Ora et labora, berdoa dan bekerja. Kita harus tetap dengan giat mengerjakannya dengan penuh keyakinan dan berdoa, Tuhan akan mengabulkannya.
  • Hikmah di Balik Kegagalan: Jika rencana tidak terwujud sesuai harapan, seringkali Tuhan menggantinya dengan yang lebih baik menurut versi-Nya. Satu hal yang kadang luput dari pemahaman kita yaitu bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lebih baik dari apa yang kita rencanakan. Dan kita baru menyadari setelah kita menerimanya. “O, Tuhan tidak mengabulkan rencanaku, karena Tuhan ingin memberikan yang lebih baik, lebih tepat dan lebih berguna.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, mari kita selalu menyerahkan segala rencana kita hanya kepada Tuhan karena kita adalah orang yang lemah dan terbatas. Kita mempunyai rencana, tetapi Tuhan yang menentukan. Tuhan memberkati.

Doa:

Tuhan Allah yang Maha Kuasa, kami disadarkan bahwa kami ini lemah, kami ini terbatas sehingga terkadang kami gagal dalam menginginkan sesuatu. Kami sudah berdoa dan sudah berusaha tetapi belum membuahkan hasil yang kami harapkan. Kami memahami bahwa atas semua rencana kami, Tuhan yang menentukan. Tuhan memberikan yang terbaik untuk kami. Kami menyerahkan semua rencana kami hanya ke dalam kuasa tanganMu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin (Tim Adminweb/EGS).

 

 

Pos terkait