Bacaan: Yohanes 1:(1-9); 10-18.
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; (Yoh. 1:11-12).
Renungan:
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, ada satu hal yang sangat menarik bagi saya ketika saya mengikuti Podcast (Talkshow) dalam rangkaian Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 GKJ Bejiharjo, hari ini.
Hal menarik tersebut adalah: bahwa Tuhan itu mempunyai banyak karakter, dan beberapa karakter di antaranya:
- Kreatif. Tuhan menciptakan dunia beserta isinya sangat baik, sangat kreatif. Ada yang cantik, yang pintar, yang kaya, sehat, tanaman yang beraneka ragam dan indah, begitu juga dengan ciptaan yang lain.
- Inovatif. Tuhan selalu inovatif. Ketika Tuhan selesai menciptakan dunia beserta isinya, firman Tuhan pada Kejadian 1:31a menyatakan: “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”. Ternyata, manusia pertama hanya sendirian, maka Tuhan berinovasi dengan menciptakan perempuan (Hawa)
- Tuhan berani mengambil risiko. Tuhan Maha Kuasa, dan jika mau, Tuhan dapat memperbarui dunia dengan berfirman saja. Tetapi dengan berani menanggung risiko Tuhan memperbarui ciptaanNya dengan mengirimkan AnakNya yang tunggal.
- Tuhan tidak pernah menyerah, walau umat ciptaanNya tidak setia, Tuhan tetap mengingatkan umatNya.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, bacaan Alkitab pagi ini: Yohanes 1:10-18, khususnya ayat 12 dinyatakan: ” Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya”. Tuhan berani menanggung risiko, yaitu Tuhan Yesus ditolak oleh manusia ciptaanNya yang adalah milikNya. Tuhan Yesus tetap setia melaksanakan perintah Sang Bapa dengan jaminan: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;” (Yoh. 1:12)
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, dapatkah beberapa katakter Tuhan itu kita implementasikan dalam kehidupan kita: dalam bekerja, dalam berusaha dan dalam pelayanan kita? Sangat dapat kita terapkan.
- Kita harus kreatif, jangan monoton dengan melakukan yang itu-itu dan begitu-begitu saja;
- Kita harus inovatif, dapat menciptakan hal baru yang lebih melengkapi agar pekerjaan kita, usaha kita dan pelayanan kita semakin lengkap dan sempurna;
- Kita harus berani menanggung risiko. Dalam bekerja, berusaha dan melakukan pelayanan kita mengalami banyak tantangan, rintangan dan persaingan. Janganlah itu semua menjadi hal yang menakutkan tetapi mari kita jadikan sebagai bagian yang harus kita hadapi dan perjuangkan. Kita jadikan risiko menjadi peluang;
- Tidak mudah menyerah. Kata orang: “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”, maka ketika kita mengalami banyak tantangan, rintangan dan lain-lain yang membuat kita gagal, kita harus tetap semangat. Pantang menyerah.
Mari kita isi dan jalani tahun baru dengan semangat baru. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Allah yang di surga, terkadang kami takut dan khawatir menjalani kehidupan kami, tetapi hari ini Tuhan mengajarkan kepada kami untuk selalu kreatif, inovatif, berani menanggung risiko dan pantang menyerah. Mampukanlah kami ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (Tim Adminweb – Egn. Sugeng).





