Kudayung-dayung Perahuku

Bacaan: Kejadian 7 : 1-24.

“Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya” (Kejadian 7:5).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Kudayung dayung perahuku, menuju ke sebrang
Melewati angin ribut dan gelombang yang besar
Tapi perahuku tak pernah oleng
Karna ku undang Yesus masuk ke dalam perahuku
Hingga ku selamat tiba di sebrang

Bapak, ibu, saudara yang terkasih, masih ingat kan lagu sekolah minggu di atas? Kalau kita mendengar tentang perahu, yang langsung kita ingat adalah bahtera Nuh. Semua pasti sudah tahu betul cerita tentang bahtera Nuh dan air bah.

Ada hal menarik yang bisa kita temukan tentang bahtera Nuh: bukan berapa besarnya bahtera Nuh atau dahsyatnya air bah saat itu. Dalam pasal sebelumnya Kejadian 6 Tuhan memeritahkan begitu detailnya dalam pembuatan bahtera, dari bahan yaitu jenis kayu yang digunakan, ukuran panjang-tinggi-lebar, ruangan harus dibuat berpetak-petak, dibuat 3 tingkat, atap dan dinding harus di lapisi material tahan air dan pintu terletak di lambung bahtera dan lain sebagainya.

Tetapi ada satu yang Tuhan tidak perintahkan yaitu untuk membuat kemudi dan layar bahtera. Bahtera Nuh dirancang Tuhan untuk mengapung mengikuti arus air. Nuh tidak bisa menghindar dari terjangan ombak ataupun menghindar kalau ada gunung di depannya. Hanya mengikuti arus air. Nuh dan keluarganya hanya sebagai penumpang saja, dan Tuhanlah yang menjadi nahkodanya.

Nuh hanya mengikuti perintah dari Tuhan dengan sebaik-baiknya dan percaya bahwa Tuhan yang pegang kendali atas semuanya. Nuh tidak hanya menyelamatkan keluarganya tetapi segala jenis binatang seperti yang telah Tuhan perintahkan kepadanya, yang sampai saat ini kita bisa menikmati karya kasih Tuhan lewat keluarga Nuh.

Bapak, Ibu, saudara yang terkasih, kisah bahtera Nuh ini bisa menjadi gambaran hidup kita saat ini. Jadikan Tuhan sebagai nahkoda dalam bahtera kehidupan kita dan keluarga kita di dunia yang penuh pergumulan ini. Kita mengikuti kemana Tuhan menuntun kita agar kita diselamatkan seperti Nuh dan tujuh anggota keluarganya yang diselamatkan dari air bah. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:

Tuhan Yesus terima kasih atas kasihMu setiap hari. Biarlah kami selalu menjadikan Tuhan sebagai Nahkoda dalam bahtera hidup kami. Kami percaya, meskipun kami terombang-ambing dalam arus kehidupan, tetapi kami tetap tenang bersama Tuhan. Kami menyerahkan seluruh hidup kami dalam tangan pertolongan Tuhan. Amin. (Elisabet Purna Rahayu – Kulwo).

 

 

Pos terkait