Lempar Batu Sembunyi Tangan

Bacaan: 2 Korintus 4:1-12

Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah. (2 Korintus 4:2).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Peribahasa “lempar batu sembunyi tangan” artinya melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi atau tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri. Orang yang melakukan ini biasanya menyembunyikan identitas atau tanggung jawabnya atas tindakan yang dilakukan.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, peribahasa di atas adalah suatu tindakan yang bertolak belakang dengan bacaan kita hari ini: 2 Korintus 4:1-12, khususnya dinyatakan pada ayat 2. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita yang enggan menyatakan diri kita ketika kita melakukan perbuatan yang baik, apalagi perbuatan yang tidak baik. Ada yang memberi bantuan/sumbangan tetapi dalam daftar pemberi hanya menyebutkan “NN” atau “hamba Tuhan”. Ini sebenarnya baik dan sesuai dengan perintah Yesus seperti tercantum dalam Matius 6:3: “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” Tuhan Yesus mengajarkan agar kita tidak tinggi hati atau sombong.

Contoh lain, banyak orang yang melakukan perbuatan jahat (menyakiti, mengganggu, memfitnah, dll) untuk mewujudkan ambisi dan kepentingan pribadi, tetapi tidak mau bertanggung jawab dan menimpakan kesalahan kepada orang lain. Lempar baru sembunyi tangan.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, Paulus menyatakan bahwa dalam mewartakan Injil, ia tidak melakukan dengan sembunyi sembunyi, tetapi dengan terbuka bahwa yang ia ajarkan adalah firman Allah. Paulus tidak menambahkan atau mengurangi bahkan memalsukan firman. Ia memberitakan kebenaran firman tidak untuk mencari ketenaran pribadi, tetapi dengan rendah hati agar semua orang yang mendengarnya menjadi percaya dan memperoleh keselamatan.

Apakah pemberitaan dengan cara terbuka (tidak sembunyi-sembunyi) itu semua berjalan lancar tanpa kendala? Tidak demikian. Paulus mengalami banyak kesulitan tetapi ia tidak menyerah. Dalam 2 Korintus 4:8-9 dinyatakan: “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” Tuhan senantiasa menyertai, melindungi dan memberi kemampuan.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, marilah kita lakukan dengan benar, jujur dan bertanggung jawab. Terlebih dalam memberitakan kasih Tuhan, yang dapat kita nyatakan melalui teladan dan perbuatan baik kita, kita lakukan dengan bertanggung jawab, tidak licik, juga tidak tersembunyi. Berani berbuat – berani bertanggung jawab. Bukan lempar batu sembunyi tangan.

Doa:

Terima kasih atas firmanMu ya Tuhan, yang mengingatkan kami agar setiap perbuatan yang kami lakukan adalah perbuatan yang baik, jujur dan benar yang dapat kami pertanggung jawabkan kepada orang lain, terlebih kepada Tuhan. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin (Tim Adminweb – Egn Sugeng).

Pos terkait