Nduwe Pangarep-arep

Bacaan: Ibrani 11:13-23.

Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau. Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya. (Ibrani 11:20-21).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Kita sering mendengar kalimat Jawa “nduwe pangarep-arep“. Kata “nduwe” bermakna “punya” atau memiliki”, sedangkan “pangarep-arep” adalah “harapan”, “pengharapan”, “keinginan”, “cita-cita”. Memiliki pengharapan terlihat sederhana dan mudah dilakukan, namun sesungguhnya tidak demikian adanya. Kita terkadang mengalami kondisi kehidupan yang sangat berat, hari demi hari dijalani dengan segala himpitan dan kepahitan, sampai-sampai hidup terasa “semplah“, kemudian berujung “ndelah” karena sudah tidak memiliki pengharapan.

Seorang ahli psikologi klinis bernama Charles R Snyder menyatakan, memiliki pengharapan merupakan hal yang sangat penting, karena pengharapan merupakan kekuatan psikologis yang terdiri dari kemauan (willpower) untuk mencapai tujuan dan kemampuan merencanakan (waypower) langkah-langkahnya. Memiliki pengharapan memunculkan motivasi, menumbuhkan ketahanan mental (resiliensi), memunculkan kesejahteraan psikologis dan tujuan hidup, serta membantu seseorang menjadi kuat dalam menghadapi kesulitan dan juga menjadi kekuatan dalam meraih masa depan yang lebih baik. Tanpa harapan, hidup terasa tanpa arah dan tanpa makna. Namun, Snyder juga mengingatkan, harapan perlu dikelola agar tetap realistis guna menghindari kekecewaan mendalam.

Bacaan Kitab Suci pagi ini mengingatkan kita akan kisah perjalanan iman para tokoh Perjanjian Lama (PL) seperti Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, dan lainnya. Mereka meninggal sebagai orang asing dan pendatang. Mereka hanya mengandalkan janji Allah dari jauh, dengan pengharapan merindukan tanah air surgawi yang lebih baik. Mereka mengimani dengan setia bahwa Allah telah menyediakan kota yang kekal bagi mereka, dan Allah tidak malu disebut Allah mereka karena Ia mempersiapkan kota itu.

Saudaraku terkasih, sikap memiliki pengharapan terhadap janji Allah telah memampukan Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, dan lainnya untuk menapaki perjalanan hidup mereka yang tidak mudah. Maka dari itu, mari senantiasa “nduwe pangarep-arep”. Memiliki pengharapan adalah energi yang menumbuhkan kemauan dan kemampuan untuk menjalani aneka rupa situasi kehidupan dan menjadikan kita setia menjaga iman. Tuhan memberkati kita semua. (Tim Adminweb – JJW).

 

 

Pos terkait