Pertobatan: Kembali kepada Tuhan dan Mengalami Pemulihan

Bacaan: 1 Samuel 7:3–17, Mazmur 29, Kisah Para Rasul 9:19b–31.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: “Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.” (1 Samuel 7:3).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Pertobatan bukan sekadar penyesalan, melainkan keputusan untuk kembali sepenuhnya kepada Tuhan. Ketiga bacaan hari ini memperlihatkan bahwa ketika pertobatan sungguh-sungguh terjadi, Tuhan bertindak dengan kuasa-Nya dan membawa pemulihan.

Dalam 1 Samuel 7:3–17, Samuel menyerukan kepada bangsa Israel untuk meninggalkan allah asing dan mengarahkan hati hanya kepada Tuhan. Pertobatan mereka nyata melalui tindakan: berpuasa, mengaku dosa, dan berseru kepada Tuhan. Saat itulah Tuhan turun tangan. Dengan suara guruh-Nya, Tuhan mengacaukan musuh Israel dan memberi kemenangan. Pertobatan membuka jalan bagi pertolongan Tuhan, dan Eben-Haezer menjadi tanda bahwa Tuhan setia menolong umat yang kembali kepada-Nya.

Hal ini sejalan dengan Mazmur 29, yang menggambarkan suara Tuhan yang penuh kuasa dan kemuliaan. Suara Tuhan yang sama yang mengguncang alam semesta adalah suara yang memanggil manusia untuk bertobat. Suara itu tidak menghancurkan umat-Nya, melainkan memurnikan dan meneguhkan, sebab Tuhan pada akhirnya memberkati umat-Nya dengan kekuatan dan damai sejahtera.

Pertobatan yang mengubahkan hidup secara pribadi terlihat jelas dalam Kisah Para Rasul 9:19b–31. Saulus mengalami pertobatan sejati setelah perjumpaannya dengan Kristus. Ia tidak hanya berubah dalam hati, tetapi juga dalam arah hidup. Dari penganiaya jemaat, ia menjadi pemberita Injil. Walaupun menghadapi ancaman dan penolakan, hidupnya menjadi alat Tuhan untuk membangun gereja. Pertobatan Saulus membawa damai dan pertumbuhan bagi jemaat.

Dari ketiga bacaan ini kita belajar bahwa pertobatan mengundang kuasa Tuhan bekerja. Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi hati yang mau kembali kepada-Nya. Pertobatan memulihkan hubungan dengan Tuhan, mengubah arah hidup, dan membawa damai sejahtera bagi banyak orang.

Doa:

Tuhan, kami datang kepada-Mu dengan hati yang rindu bertobat. Bersihkan kami dari segala dosa dan arahkan kembali hidup kami sesuai kehendak-Mu. Biarlah pertobatan kami nyata dalam hidup yang diubahkan. Amin. (Anik Wahyuni – Gunungsari).

 

 

Pos terkait