Bacaan: Yeremia 5:18–31, Mazmur 5, 1 Tesalonika 2:13–20.
Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi–dan memang sungguh-sungguh demikian–sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya. (1 Tes 2:13).
Renungan:
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering disibukkan dengan pekerjaan, keluarga, dan berbagai tanggung jawab. Tanpa disadari, kesibukan tersebut terkadang membuat kita lupa mendekatkan diri kepada Tuhan. Kita rajin berdoa dan beribadah, tetapi apakah kita sungguh-sungguh melakukan kehendak-Nya?
Dalam Yeremia 5:18–31, Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka telah berpaling dari-Nya. Mereka memiliki mata tetapi tidak melihat, memiliki telinga tetapi tidak mendengar. Hal ini mengingatkan kita agar tidak mengeraskan hati terhadap firman Tuhan. Jangan hanya datang kepada Tuhan ketika membutuhkan pertolongan, tetapi tetaplah setia dan bersyukur dalam segala keadaan.
Pada Mazmur 5, kita diajak untuk selalu datang kepada Tuhan dalam doa. Pemazmur percaya bahwa Tuhan mendengar setiap permohonan dan menuntun orang yang berharap kepada-Nya. Demikian juga dalam kehidupan kita, ketika menghadapi masalah keluarga, pekerjaan, maupun pergumulan lainnya, jangan mudah kehilangan harapan. Serahkanlah semuanya kepada Tuhan dan percayalah pada penyertaan-Nya.
Di dalam 1 Tesalonika 2:13–20, Rasul Paulus bersyukur karena jemaat Tesalonika menerima firman Tuhan sebagai firman Allah dan tetap bertahan dalam iman meskipun menghadapi penderitaan. Dari sini kita belajar bahwa firman Tuhan bukan hanya untuk didengar, tetapi harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Iman kita harus terlihat melalui sikap, perkataan, kasih, dan kepedulian terhadap sesama.
Saudara-saudari yang terkasih, ketiga bacaan hari ini mengajarkan kita untuk tidak mengeraskan hati, tekun dalam doa, dan tetap setia kepada Tuhan. Mungkin kehidupan kita tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada masalah, kegagalan, dan kesulitan yang harus kita hadapi. Namun, jangan biarkan semua itu menjauhkan kita dari Tuhan.
Marilah kita menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup. Jangan hanya menjadi pendengar firman, tetapi jadilah pelaku firman melalui kehidupan yang jujur, penuh kasih, dan saling menguatkan.
Ingatlah, kesetiaan kepada Tuhan bukan hanya terlihat ketika hidup kita berjalan baik, tetapi juga ketika kita tetap percaya dan berharap kepada-Nya di tengah berbagai kesulitan.
Semoga Tuhan selalu menuntun langkah kita agar tetap hidup dalam kebenaran dan menjadi berkat bagi sesama.
Doa:
Tuhan Allah Bapa yang Mahakasih, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Ampunilah kami apabila sering mengeraskan hati dan kurang melakukan kehendak-Mu. Bukalah hati kami agar selalu menerima dan melaksanakan firman-Mu. Kuatkanlah iman kami dalam menghadapi setiap persoalan, ajarlah kami untuk tekun berdoa, hidup dalam kebenaran, serta saling mengasihi dan mengampuni. Bimbinglah keluarga, pekerjaan, dan seluruh kehidupan kami agar selalu berada dalam penyertaan-Mu. Jadikanlah kami pembawa kasih dan berkat bagi sesama. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. (Anik Wahyuni Yuliansih – Gunungsari).
