Allah yang Berdaulat

Bacaan: Nahum 1:1, 14-2:2; Mazmur 145:1-8; 2 Korintus 13:1-4

“TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.”  (Mazmur 145 : 8).

Renungan:

Allah kita adalah Allah yang berdaulat. Allah mampu menegakkan keadilan, memulihkan kelemahan, namun juga berlimpah kasih setia kepada umat-Nya. Dalam kitab Nahum 1:1, 14-2:2, kita melihat bagaimana Allah membela umatnya. Allah tidak diam menyaksikan Raja Asyur menindas umat pilihan-Nya, namun memulihkan martabat dan kedamaian umat-Nya dan menghukum para penindas. Allah bahkan menetapkan bahwa keturunan dan nama bangsa penindas itu akan dilenyapkan dari muka bumi, serta patung-patung sembahan mereka akan dihancurkan karena kejahatan mereka yang sudah memuncak dan tidak dapat ditoleransi lagi. Kejatuhan Niniwe, kekaisaran yang terkenal sangat kejam dan suka menindas bangsa sekitar itu membawa harapan bagi Yehuda, bahwa kemuliaan Yakub serta Israel akan dipulihkan sepenuhnya oleh Tuhan.

Allah yang sama mendapatkan puj-pujian dari Daud (Mzm 145:1-8). Daud mengajak kita untuk memandang kebaikan dan kasih sayang Allah yang luar biasa besar dalam kehidupan sehari-hari.  Setiap hari dijadikan kesempatan untuk memasyhurkan nama Tuhan, di mana pujian tersebut diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perbuatan-perbuatan Allah adalah ajaib dan perkasa kepada orang yang setia kepadanya. Kita diingatkan bahwa ,,TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar, dan besar kasih setia-Nya.,, kepada sekalian orang.

Rasul Paulus mengingatkan agar kita tidak menyalahgunakan kebaikan Allah itu, melainkan hidup dengan jujur, bijaksana dan bersandar sepenuhnya pada kekuatan Allah, apalagi ketika merasa tak berdaya. Menurut Paulus, kekuatan sejati Allah seringkali terpancar melalui kelemahan kita. Yesus telah membuktikan bahwa melalui salib yang seringkali menjadi lambang kehinaan dan kelemahan manusiawi, terjadilah karya penyelamatan. Demikian pula para rasul dan orang yang percaya, akan hidup bersama Kristus oleh karena kuasa Allah walau di mata dunia tampak lemah dan tidak diperhitungkan.

Allah yang kita sembah adalah Allah yang tegas terhadap kejahatan namun di saat yang sama Ia adalah Bapa yang sangat penyayang dan penuh kebaikan. Ketika kita merasa lemah atau tertekan oleh beban hidup, kuasa Allah bekerja di dalam diri kita melalui Kristus untuk memberi pemulihan dan kekuatan baru. Kita diundang untuk berani percaya. Dengan memahami hal ini, kita diajak untuk tidak takut, tetap hidup dalam kebenaran, dan selalu bersyukur atas kasih-Nya yang tidak pernah gagal. Semoga.

Doa:

Tuhan Allah Bapa kami yang ber tahta di dalam kerajaan Surga Yang Maha Mulia, perkenankan kami mengucap syukur dimana Engkau telah membuka mata hati kami, sehingga kami tahu dan merasakan kasih dan pemeliharaanmu. Kami boleh mengerti dan memahami bahwa hanya Engkaulah yang berdaulat didalam hidup kami. Melalui Rasul Paulus Engkau mengingatkan agar kami tidak menyalahgunakan kebaikan Allah itu, melainkan hidup dengan jujur, bijaksana dan bersandar sepenuhnya pada kekuatan Allah . Ketika kami merasa lemah atau tertekan oleh beban hidup, kuasa Allah bekerja di dalam diri kami  melalui Kristus untuk memberi pemulihan dan kekuatan baru. Terimakasih ya Tuhan. Amin . (Marinah Sudiro – Karanganom).