Jangan Menggunakan Tipu Daya untuk Mendapatkan Berkat!

Bacaan: Kejadian 27:1-19.

Tetapi ibunya berkata kepadanya: “Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.”(Kejadian 27:13).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Bapak Ibu dan Saudara yang dikasihi Tuhan, kita tahu bahwa anak sulung Iskak adalah Esau, tetapi kenapa yang diberkati Yakub, bukan Esau? Mari kita lihat sebentar, banyak orang dari suku apapun masih mengenal yang namanya adat istiadat dan keyakinan, apalagi orang Yahudi masih berpegang teguh akan adat istiadat. Termasuk di sini Iskak anak dari Abraham akan memberkati Esau sebagai berkat anak sulung dan akan diberikan pula kehormatan.

Tetapi pada ayat ke-5 dan 10 (dari Kejadian 27:1-29), terjadi tipu daya yang dibuat oleh Ribka, istri Iskak, ibu dari Esau dan Yakub. Ribka telah menipu suaminya yang adalah ayah Esau dan Yakub.

Sebagai anak bungsu bagi orang Yahudi, maka Yakub tidak berhak mendapatkan berkat dan warisan dari ayahnya. Namun karena kelicikan Ribka, ibu Esau dan Yakub, maka dilakukanlah tipu daya sehingga Yakub sebagai anak bungsu yang mendapatkan berkat dari ayahnya. Mengapa Ribka melakukan tipu daya? Karena sang ibu ini memang lebih menyayangi Yakub si anak bungsu daripada Esau si anak sulung.

Bapak Ibu Saudara terkasih, pada ayat 11-12 menyatakan, sebenarnya terdapat penolakan dari Yakub untuk melakukan hal yang diinginkan ibunya untuk mengelabuhi ayahnya. Tapi, Ribka sang ibu itu terus terus memaksa Yakub, dan bahkan dia menyatakan yang akan menanggung segala akibat dan kutuk dari tindakan Yakub mengelabuhi Esau untuk mendapatkan berkat dari sang ayah yaitu Iskak.

Bapak Ibu Saudara terkasih, kisah dalam bacaan Kitab Suci pagi ini kiranya menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kita tidak boeh melakukan tipu daya untuk mendapatkan berkat dari Tuhan. Benar bahwa kita memang mesti menjaga adat istiadat dengan menghormati hak dan kedudukan setiap anak dalam keluarga menurut apa yang telah Tuhan ajarkan. Dan kita pada saat ini mengimani bahwa Tuhan akan memberkati kepada kita semua, baik sebagai anak sulung maupun anak bungsu sekalipun, karena Tuhan mengerti apa yang masih-masing kita butuhkan.

Hari ini kita juga belajar untuk mengingat hukum tabur tuai yang senantisa berlaku bagi kita semua. Bahwa kita juga mesti bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan, dan kita juga yang akan menerima hasilnya. Selamat berjuang menjalani kehidupan. Tuhan memberkati.

Doa:

Bapa di dalam sorga, kami bersyukur untuk firman-Mu yang mengajarkan kami agar selalu hidup dalam kebenaran. Ucap syukur kami naikknan karena berkat-Mu susah kami terima dalam kehidupan kami dari hari ke hari. Ingatkanlah kami ya Tuhan agar berpegang pada adat istiadat yang telah Tuhan turunkan membawa kami kepada kebenaran-Mu. Ampuni segala dosa dan kesalahan kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami tyelah berdoa. Amin. (Elisabeth Suwarti – Grogol).

 

 

 

Pos terkait