Bacaan: MAZMUR 70.
“Aku ini sengsara dan miskin, ya Allah, segeralah datang! Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya Tuhan, janganlah lambat datang! (Mazmur 70:6).
Renungan
Shaloom.. Puji Tuhan saat ini kita masih diberi kesempatan untuk membaca renungan ini. Biarlah kita dikuatkan dan diteguhkan dalam pengiringan kepada Tuhan Yesus.
Bapak ibu saudara yang terkasih didalam Tuhan..
Bacaan kita saat ini terambil dari kitab Mazmur 70 yang adalah Mazmur Daud. Mazmur ini berisi tentang doa-doa Daud dalam menghadapi pergumulan dan tekanan hidup serta diposisi darurat sehingga mengharap segera mendapat pertolongan Tuhan. “Aku ini sengsara dan miskin”. Inilah doa Daud, Raja yang punya istana, punya tentara, punya harta. Dia mengakui bahwa apa yang Daud miliki tidak akan berarti tanpa penyertaan Tuhan. Tanpa Tuhan, dia bukan siapa siapa, dia menderita, dia tidak berdaya, sehingga dia merasa sengsara. Daud merasa miskin, karena harta yang dia miliki bukan milik pribadinya, melainkan milik Tuhan. Dihadapan Tuhan, Daud tidak memiliki apa-apa.
Bagaimana dengan diri kita? Masalah kita adalah kita terlalu gengsi dan sombong, seolah mampu berjalan sendiri tanpa Tuhan, Hari ini marilah kita belajar jujur kepada Tuhan, jika kita sengsara, jika kita tertekan, jika kita ada pergumulan datanglah minta tolong. Tuhan selalu siap memberikan kelepasan. “Ya Allah, segeralah datang”
Ini adalah seruan urgensi, Daud tidak berdoa “Tuhan jika sempat tolonglah ” Tetapi “segeralah”. Ini menunjukkan hubungan yang dekat, karena memang Daud sangat dekat dengan Tuhan.
Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah merasa dekat dengan Tuhan, sehingga kita berani berseru dengan segenap hati? “Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku” Ini adalah pengakuan iman , Daud ingat siapa Tuhan, dimana dia harus mencari perlindungan.
Sama yang dialami Daud, Tuhan pasti siap dan sanggup memberikan kekuatan disaat kita sudah tidak sanggup dan tidak mampu menghadapi pergumulan hidup, dan Tuhan juga sanggup meluputkan atau melepaskan kita dari bahaya. Tuhan tidak hanya memberikan kekuatan dalam menghadapi masalah, tetapi juga melepaskan dari masalah. “Ya Tuhan, janganlah lambat datang”
Kalimat terakhir ditutup dengan rintihan, ini menunjukkan bahwa Daud merasa sudah di ujung penderitaan. Dia berdoa seperti anak kecil yang meminta sesuatu kepada bapanya.
Saudara yang dikasihi Tuhan, mungkin saat ini kita sedang menunggu jawaban doa dari Tuhan, sudah berdoa dan sudah lama meminta tetapi sepertinya Tuhan diam saja. Sudah berusaha mengetuk tetapi pintu masih tertutup.
Tapi ingat, waktu Tuhan bukan waktu kita. Tuhan tidak akan lalai dan diam. Tuhan selalu menepati janjiNya, Keterlambatan menurut kita adalah persiapan menurut Tuhan. Tuhan tidak akan terlambat, Dia datang tepat waktu sesuai waktu Tuhan.
Saudaraku. Yang terkasih, dari ayat ini kita belajar: Datanglah jujur, berserulah dengan sungguh-sungguh, dan percayalah bahwa Penolong kita tidak pernah terlambat. Tuhan pasti menepati janjinya, sesuai waktuNya.
Doa:
Tuhan, Bapa kami yang kekal, Engkau mengerti setiap pergumulan hidup kami, hanya kepadaMu kami menyerahkan setiap beban hidup kami, karena hanya Engkaulah , Allahku yang sanggup dan mampu menolong kami. Kami yakin Tuhan pasti menjawab doa doa kami. Ajar kami untuk bersabar menanti jawaban Tuhan. Terimakasih Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (Kusmiyati – Ngringin).




