Bacaan: Matius 16:1-4.
Tetapi jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. (Matius 16:2-3).
Renungan:
Syalom saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, terkadang kita sebagai manusia selalu dituntut peka terhadap lingkungan kita. Hal ini bertujuan agar kita dapat mengetahui lebih dulu maksud dari sebuah kejadian dan memikirkan tindakan apa yang akan kita lalukan ke depannya. Tetapi sejenak kita merenung apakah kita pernah peka terhadap tanda Allah atau justru mencobai Allah agar kita dapat percaya?
Seperti orang Farisi yang jago melihat awan dan cuaca. “Pagi merah, hari cerah. Sore merah, badai datang.” Tetapi mereka gagal melihat tanda terbesar di depan mata: Yesus sendiri yang sedang menyembuhkan, mengajar, dan menggenapi nubuat.
Sering kita juga begitu. Jago analisis ekonomi, politik, tren IG/TikTok, tapi nggak peka terhadap gerakan Tuhan dalam hidup. Di tengah masalah, penyertaan, dan mujizat kecil tiap hari, kita malah nuntut “tanda yang spektakuler” dulu baru mau percaya.
Mereka minta tanda bukan karena mau percaya. Mereka mau “ngetes” Yesus. Yesus tidak memberi tanda, karena hati yang keras tidak akan puas walau melihat mujizat. Ingat: orang yang melihat Yesus membangkitkan Lazarus pun masih ada yang tidak percaya. Tuhan menghendaki kita percaya dulu, baru melihat. “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” – Yoh 20:29
Yesus menyebut mereka angkatan yang jahat dan tidak setia. Kenapa? Karena mereka sudah punya Taurat, para nabi, dan Yesus sendiri, tapi masih kurang. Kesetiaan hari ini berarti: percaya pada Firman yang sudah ada, taat pada yang kecil, dan bersyukur tanpa harus nuntut Tuhan membuktikan diri terus.
Aplikasi buat kita hari ini:
- Buka mata rohani: Daripada minta “tanda”, tanya: “Tuhan, apa yang Engkau sedang ajarkan lewat situasi ini?”
- Jangan uji Tuhan: Iman = percaya walau belum lihat jalan keluarnya.
- Syukuri Firman dan Yesus: Tanda terbesar sudah diberikan: Salib dan Kebangkitan. Itu cukup.
Doa:
Tuhan Yesus, ampuni kami kalau sering jadi seperti Farisi. Pintar menilai dunia tapi lambat percaya pada-Mu. Buka mata kami untuk melihat tanda kasih-Mu setiap hari. Ajar kami mempunyai iman yang setia, bukan iman yang menuntut. Dalam nama Yesus, Amin. (Yonathan C. Kristiyanto – Grogol).






