Bacaan: Yesaya 26:1-4; Mazmur 116:1-4, 12-19; 1 Petrus 1:13-16.
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu. (1 Petrus 1:14).
Renungan:
Shalom saudaraku!
Dalam proses kehidupan ini tentu banyak hal yang terjadi, kebahagiaan, pergumulan, suka-duka, maju-mundur, terang-gelap dan lainnya. Demikian juga bangsa Yehuda atau dalam kontek personal Yehuda (anak Yakub) dalam menjalani kehidupan tentu juga tidak luput dari hal baik atau buruk, bahkan tidak setia kepada Allah sehingga mengalami hidup dalam pembuangan. Kalau kita lihat perjalanan bangsa Yehuda, banyak peristiwa yang dipakai Tuhan dalam menyatakan pemeliharaan dan kasih-Nya, bahkan melalui peristiwa yang menyedihkan sekalipun. Allah yang setia senantiasa membersamai bangsa Yehuda dan menuntuk untuk kembali kepada Allah dan mendapatkan sukacita.
Dari pengalaman perjalanan kehidupan Bangsa Yehuda, kembali memusatkan dan mengandalkan kehidupannya kepada tuntunan dan kuasa Allah. Seperti dalam bacaan (kitab Yesaya 26), bangsa Yehuda menaikkan pujian kepada Allah dan menyakini akan janji Allah yang akan menghadirkan damai sejahtera. Ajakan untuk mengakui dan percaya bahwa Allah sebagai benteng dan batu penjuru adalah sikap nyata tidak hanya sebuah ajakan atau perkataan saja. Demikian juga nyanyian ucapan syukur dalam Masmur 116 juga bentuk nyata rasa Syukur atas penyertaan dan kuasa Tuhan yang membebaskan dari maut dan penderitaan. Pemasmur juga berjanji akan beribadah dengan setia sebagai bentuk nyata rasa syukur kepada Allah.
Bagaimana kita di masa kini mensyukuri kasih dan penyertaan Allah dalam perjalanan kehidupan kita? Surat 1 Petrus 1 memberikan panggilan kepada kita untuk bagaimana menjalani kehidupan sebagai ucapan syukur kepada Allah yang nyata. Panggilan untuk hidup kudus sebagai respon atas pengorbanan Yesus Kristus yang telah menebus dosa dan memulihkan hubungan antara Allah dan ciptaannya.
Sebagai anak-anak Allah, orang percaya harus taat, bukan menuruti hawa nafsu yang dulu menguasai saat belum mengenal Tuhan. Kiranya Roh Kudus menuntun dan memampukan untuk melakukan rasa syukur kita dengan nyata baik kepada Tuhan maupun melalui tindakan kepada sesama dan segala ciptaan. Amin.
Doa:
Bapa surgawi terimakasih atas penyertaan dan kasih yang Tuhan berikan kepada kami. Ajar, ingatkan dan tuntun kami untuk bersyukur secara nyata, kiranya perkataan, sikap, tindakan kami berkenan dan mampu mencerminkan keagungan-Mu. Sehingga nama Tuhan semakin dikenal dan dimuliakan banyak orang, Amin. (Rusmadi Dwi Antoro – Banguntapan).






