Bacaan: Keluaran 16:2-15; 31-35; Mazmur 78:1-8: 17-29: Matius 15:32-39.
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. (Keluaran 16:4).
Renungan:
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cukup berarti dapat memenuhi kebutuhan, memuaskan keinginan, tidak kurang, lengkap atau genap (seperti umur atau waktu), serta sudah memadai sehingga tidak perlu ditambah lagi.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, hari ini kita belajar dari Kirab Keluaran 16:2-15; 31-35: melalui kisah perjalanan bangsa Israel kembali ke tanah perjanjian yaitu Kanaan. 40 tahun bangsa Israel disediakan makanan (roti manna) yang sangat melimpah tetapi dalam penggunaannya mereka diperkenankan hanya mengambil secukupnya karena jika mereka tidak taat dengan mengambil berlebih maka makanan akan merjadi busuk. Tuhan menghendaki setiap umat untuk mencukupkan kebutuhannya untuk sehari. Ketentuan yang diberikan Tuhan merupakan suatu cobaan Tuhan dengan tujuan menguji kesetiaan bangsa Israel apakah mereka menuruti hukum-hukum Tuhan atau sebaliknya (ayat 4).
Di sisi lain, kita juga belajar dari Injil Matius 15:32-39 yang mengisahkan Tuhan Yesus memberi makan 4.000 orang hanya dengan 7 roti dan beberapa ikan kecil. Dari hitungan akal sehat manusia, itu adalah dal yang tidak mungkin terjadi, tetapi bagi Tuhan Yesus itu mudah untuk dilakukan. Mukjizat Tuhan terjadi sehingga semua orang yang hadir saat itu (4000 orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak) dapat makan kenyang bahkan tersisa tujuh bakul penuh melebihi ketersediaan awal yaitu tujuh roti saja.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, dalam kehidupan kita, kita sering menghadapi kekuatiran tentang segala hal yang kita butuhkan: ketika hasil panen sedikit, kita merasa khawatir persediaan makanan kita tidak cukup; kita khawatir tidak dapat membayar biaya sekolah/kuliah anak-anak kita dan masih banyak kekuatiran yang lain. Tetapi dari dua peristiwa yang kira terima hari ini Tuhan selalu hadir untuk mencukupi kebutuhan kita sehingga kita tidak perlu khawatir lagi.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, mari kita serahkan kekhawatiran kita kepada Tuhan sehingga apa yang menjadi kebutuhan kita Tuhanlah yang akan mencukupkan dengan syarat:
- Tetap setia kepada perintah/hukum Tuhan, karena satu saat tertentu Tuhan mencoba kesetiaan kita (Keluaran 16:4),
- Tetap percaya kepada Tuhan. Orang banyak yang mengikuti dan mendengarkan ajaran Tuhan Yesus tidak khawatir akan keadaan lapar yang mereka hadapi. Mereka yakin dan percaya bahwa Tuhan yang akan mencukupkannya (Matius 15:37).
Mari kita kita tetap setia dan percaya kepada Tuhan maka semua yang menjadi kebutuhan kita akan terpenuhi dan tercukupi. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7) Tuhan memberkati.
Doa:
Terima kasih Tuhan, Engkau tidak pernah membiarkan kami hidup dalam kekuatiran atas semua yang kami butuhkan. Ketika kami setia dan percaya kepadaMu maka Tuhan pasti akan mencukupkannya. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin. (Tim Adminweb).






